Sisi gelap Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro

Minggu, 07 April 2013 - 07:00 WIB
Sisi gelap Kapolda DIY...
Sisi gelap Kapolda DIY & Pangdam IV Diponegoro
A A A
Sindonews.com - Kapolda DIY dan Pangdam IV Diponegoro telah dicopot dari institusi mereka masing-masing. Menyusul, kelalaian dan indikasi pembiaran terhadap aksi 'jagal' yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, 23 Maret 2013, lalu. Lantas apa salah mereka? terlibatkah mereka?.

Ketua Setara Institute Hendardi menyebut, pencopotan dua petinggi hukum dari dua institusi tersebut menyiratkan sebuah pertanda besar akan adanya sisi gelap tentang keterlibatan keduanya dalam aksi berdarah tersebut.

"Pencopotan ini memiliki makna, dan pertanda, jika keduanya diduga ikut terlibat," beber Hendardi kepada Sindonews, Minggu (7/4/2013).

Maka itu, langkah tersebut dinilai tak hanya sebatas dilakukan sebagai sebuah ceremonial dengan hanya melakukan pencopotan, melainkan upaya penyidikan terhadap keduanya.

Meski tak secara langsung terlibat dalam aksi penyerangan LP Cebongan, mereka secara jelas telah lalai dan tak berusaha mengantisipasi aksi 'bar-bar' yang sebenarnya bisa dilakukan. Terlebih, dengan kewenangan yang mereka miliki sebagai pemimpin di wilayah hukumnya masing-masing.

"Setidaknya keduanya telah lalai untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan," jelasnya.

Meski belum ada hasil atau temuan yang menyebutkan keduanya terlibat, namun dirinya mempercayai jika kedua orang tersebut bersalah. Tak pelak jika dibutuhkan keterlibatan pihak eksternal dalam upaya pengusutan kasus yang telah menyita perhatian dunia ini.

Karena, bukan tidak mungkin aksi pencopotan terhadap keduanya hanya sebagai slogan atau simbol proses reduksi kesalahan yang telah mereka lakukan agar masyarakat percaya ada proses hukum atau sanksi terhadap keduanya.

Menurutnya, jika elemen eksternal mengawal kasus ini, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi terperiksa untuk mempertanggungjawabkan kesalahan dan perbuatan melanggar etika keprofesian mereka.

"Jika begitu, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi terperiksa sesuai prinsip tanggungjawab komando," tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul angkat bicara soal arah pemeriksaan Pangdam IV Diponegoro. Menurutnya, untuk sampai ke sana, dibutuhkan perjalanan panjang.

Dinilainya, langkah tersebut baru akan dilakukan berdasarkan penilaian dan evaluasi yang dilakukan pihak TNI.

"Saya kira itu sebuah perjalanan panjang, karena kami harus melihat dulu dari sisi kronologisnya. Akan ada evaluasi dalam hal ini TNI Angkatan Darat (AD), dan Mabes TNI. Baru, akan ada kesimpulan terhadap pemeriksaan," jelas Iskandar Sitompul kepada Sindonews, Minggu (7/4/2013).

Meski begitu, dia kembali meminta kepada publik untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini di Peradilan Militer. Dirinya menjamin, kasus ini akan dibuka seluas-luasnya kepada masyarakat sehingga tidak ada istilah keraguan terhadap independensi Peradilan Militer.

"Berilah kepercayaan kepada kami, kepada TNI. Kami akan buka, masyarakat bisa menyaksikan langsung. Peradilan Militer-pun terbuka bagi masyarakat," tegasnya.

Seperti diketahui, Panglima Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro Mayjend Hardiono Saroso dicopot dari jabatannya. Diduga hal itu imbas dari pernyataannya yang tak sesuai dengan fakta yang ada.

"Sebagai panglima, saya bertanggungjawab penuh dengan semua yang ada di wilayah Kodam IV Diponegoro. Tidak ada prajurit yang terlibat karena hasil jaminan dari komandan satuan mereka bisa mengendalikan semua," jelas Mayjend Hardiono, di LP Cebongan, 23 Maret 2013, lalu.

Rencananya, Posisi Pangdam IV Diponegoro akan diisi oleh Mayjen Sunindyo, yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Personel (Aspers) Kepala Staf TNI AD (Kasad). Mayjen TNI Hardiono Saroso selanjutnya akan bertugas di Markas Besar Angkatan Darat

Sewarna dengan Pangdam, Kapolda DIY Brigjen Sabar Rahardjo-pun bernasib sama. Dia dinyatakan masuk dalam gerbong mutasi yang dilakukan Mabes Polri. Yang unik, Sabar dimutasi tidak melalui Surat Telegram Rahasia (STR) sebagaimana umumnya mutasi. Melainkan, lewat surat keputusan bernomor KEP: 234/IV/2013 tertanggal 5 April.

Namun, pihak Mabes Polri membantah jika mutasi tersebut terkait dengan penyerangan ke Lapas kelas IIB Cebongan, Sleman. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Suhardi Alius mutasi merupakan hal biasa di lingkungan Mabes Polri untuk penyegaran.

Sabar bakal digantikan oleh Kabiro Kajian dan Strategi SSDM Mabes Polri Brigjen Haka Astana. Rencananya, Haka akan dilantik, Senin 8 April 2013, besok.
(rsa)
Berita Terkait
Beruntung, Lima Zodiak...
Beruntung, Lima Zodiak Ini Diramal Bakal Naik Gaji
Kenaikan Gaji Karyawan...
Kenaikan Gaji Karyawan di Indonesia akan Tetap Stabil di Tahun 2024
Fixed, Kemenkeu Pastikan...
Fixed, Kemenkeu Pastikan Gaji PNS Enggak Naik Tahun Depan
Rentan Teror Pihak Bermodal...
Rentan Teror Pihak Bermodal Besar, SHI: Kenaikan Gaji Jaga Rezeki Halal Hakim
Gaji Hakim Naik 280%,...
Gaji Hakim Naik 280%, Anggaran Diambil dari Efisiensi Belanja Negara
Gaji PNS di Sini Bakal...
Gaji PNS di Sini Bakal Naik Gede-gedean, Terbesar dalam 3 Dekade
Berita Terkini
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
1 jam yang lalu
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
1 jam yang lalu
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
2 jam yang lalu
Jalankan Putusan Menag,...
Jalankan Putusan Menag, UIN Jakarta Resmi Integrasikan SMA/SMK Triguna Hari Ini
3 jam yang lalu
Koops TNI Habema Evakuasi...
Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air Korban Penembakan di Yahukimo
4 jam yang lalu
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng
4 jam yang lalu
Infografis
7 Kapolda Jebolan Akpol...
7 Kapolda Jebolan Akpol 1994, Ada Mantan Direktur KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved