Komisi III nilai Polda DIY & pihak lapas lemah
Kamis, 04 April 2013 - 15:57 WIB
Komisi III nilai Polda DIY & pihak lapas lemah
A
A
A
Sindonews.com - Setelah mengunjungi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) IIB Cebongan, Sleman, Komisi III DPR RI menemukan beberapa kejanggalan. Temuan itu mengarah dari kelemahan Polda DIY dan juga pihak Lapas.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Muzamil Yusuf mengatakan, beberapa temuannya itu seperti, Polda DIY seharusnya melakukan pengamanan yang ketat setelah memindahkan tahanan titipannya ke Lapas.
"Mereka (polisi) seharusnya melakukan antisipasi setelah menitipkan tahanannya, kan ada kejadian-kejadian sebelumnya. Pihak Lapas juga sudah mempunyai firasat," kata Muzamil, di LP Cebongan, Kamis (4/4/13), siang.
Selain itu, sarana dan prasarana di Lapas IIB Cebongan dalam hal pengamanan sendiri masih sangat minim. Seperti, kamera Closed Circuit Television (CCTV) untuk merekam keadaan di luar Lapas.
"Jumlah personel dan teknologi masih kurang, seperti untuk merekam gerak-gerik orang di luar Lapas," ujarnya.
Sebagaimana yang diketahui, empat tahanan titipan Polda DIY dieksekusi gerombolan orang tidak dikenal pada Sabtu 26 Maret 2013, dini hari lalu.
Empat tahanan yang tewas tersebut bernama, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31); Yohanes Juan Manbait (38); Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29); dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Keempatnya merupakan tersangka penganiayaan hingga menewaskan anggota TNI AD, Sertu Santoso, di Hugo's Cafe pada Selasa 19 Maret 2013 lalu.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Muzamil Yusuf mengatakan, beberapa temuannya itu seperti, Polda DIY seharusnya melakukan pengamanan yang ketat setelah memindahkan tahanan titipannya ke Lapas.
"Mereka (polisi) seharusnya melakukan antisipasi setelah menitipkan tahanannya, kan ada kejadian-kejadian sebelumnya. Pihak Lapas juga sudah mempunyai firasat," kata Muzamil, di LP Cebongan, Kamis (4/4/13), siang.
Selain itu, sarana dan prasarana di Lapas IIB Cebongan dalam hal pengamanan sendiri masih sangat minim. Seperti, kamera Closed Circuit Television (CCTV) untuk merekam keadaan di luar Lapas.
"Jumlah personel dan teknologi masih kurang, seperti untuk merekam gerak-gerik orang di luar Lapas," ujarnya.
Sebagaimana yang diketahui, empat tahanan titipan Polda DIY dieksekusi gerombolan orang tidak dikenal pada Sabtu 26 Maret 2013, dini hari lalu.
Empat tahanan yang tewas tersebut bernama, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31); Yohanes Juan Manbait (38); Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29); dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Keempatnya merupakan tersangka penganiayaan hingga menewaskan anggota TNI AD, Sertu Santoso, di Hugo's Cafe pada Selasa 19 Maret 2013 lalu.
(rsa)