Kejahatan di Jaktim & Bekasi marak, ini sebabnya
Jum'at, 29 Maret 2013 - 15:14 WIB
Kejahatan di Jaktim & Bekasi marak, ini sebabnya
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kasus kejahatan di Jakarta Timur, dan Bekasi, diduga karena adanya pergeseran trend sasaran kejahatan, dari wilayah Jakarta Selatan kini beralih ke Timur Jakarta dan Bekasi.
"Pergeseran wilayah sasaran pelaku itu terjadi karena Kedua kawasan tersebut saat ini berkembang pesat. Sekarang masyarakat yang tidak mampu tinggal di tengah kota akan mencari hunian di sana, sehingga di kawasan itu berkembang pesat kontrakan dan pusat perbelanjaan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Jumat (29/3/2013).
Dia menambahkan, perkembangan kawasan itu membuat pertumbuhan ekonominya ikut tumbuh yang secara otomatis banyak beredar uang. Melihat kondisi tersebut, tak sedikit dari pelaku perampokan yang memutuskan tinggal mengekos di dua kawasan ini.
"Dengan tinggal menetap di sana, pelaku bisa lebih mudah memantau situasi dan memiliki banyak akses melarikan diri, khususnya keluar kota," pungkasnya.
Atas dasar itulah, pihaknya sering mengimbau masyarakat agar melakukan pendataan warga di wilayahnya. Selain itu, masyarakat juga diimbau memakai kawalan dari kepolisian jika ingin mengantar atau mengambil uang dengan jumlah banyak.
"Kawalan dari kepolisian itu gratis. Bahkan, persyaratannya pun sangat mudah," tegasnya.
Dia melanjutkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan masyarakat. Tak hanya itu kegiatan patroli di wilayah yang dianggap rawan kejahatan seperti Jakarta Timur dan Bekasi bakal terus ditingkatkan.
"Kami tidak akan berhenti memberikan rasa aman kepada masyarakat," tutupnya.
"Pergeseran wilayah sasaran pelaku itu terjadi karena Kedua kawasan tersebut saat ini berkembang pesat. Sekarang masyarakat yang tidak mampu tinggal di tengah kota akan mencari hunian di sana, sehingga di kawasan itu berkembang pesat kontrakan dan pusat perbelanjaan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Jumat (29/3/2013).
Dia menambahkan, perkembangan kawasan itu membuat pertumbuhan ekonominya ikut tumbuh yang secara otomatis banyak beredar uang. Melihat kondisi tersebut, tak sedikit dari pelaku perampokan yang memutuskan tinggal mengekos di dua kawasan ini.
"Dengan tinggal menetap di sana, pelaku bisa lebih mudah memantau situasi dan memiliki banyak akses melarikan diri, khususnya keluar kota," pungkasnya.
Atas dasar itulah, pihaknya sering mengimbau masyarakat agar melakukan pendataan warga di wilayahnya. Selain itu, masyarakat juga diimbau memakai kawalan dari kepolisian jika ingin mengantar atau mengambil uang dengan jumlah banyak.
"Kawalan dari kepolisian itu gratis. Bahkan, persyaratannya pun sangat mudah," tegasnya.
Dia melanjutkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan masyarakat. Tak hanya itu kegiatan patroli di wilayah yang dianggap rawan kejahatan seperti Jakarta Timur dan Bekasi bakal terus ditingkatkan.
"Kami tidak akan berhenti memberikan rasa aman kepada masyarakat," tutupnya.
(san)