Impeachment Jokowi, dagelan politik DPRD DKI

Sabtu, 25 Mei 2013 - 15:32 WIB
Impeachment Jokowi,...
Impeachment Jokowi, dagelan politik DPRD DKI
A A A
Sindonews.com - Wacana interpelasi yang dilakukan sebagian anggota DPRD DKI terkait program Kartu Sehat Jakarta (KJS) yang berujung impeachment kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dinilai sebagai sebuah lelucon.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Taruna Merah Putih (TMP) DKI Jakarta, Charles Honoris wacana hak interpelasi program KJS yang berdampak pada pemakzulan (Impeachment) terhadap Joko Widodo terlalu berlebihan dan cenderung seperti dagelan politik para politikus yang berkantor di Jalan Kebon Sirih itu.

"Atas dasar apa mereka (DPRD) mau meng-impechment Pak Jokowi? Ini kok seperti dagelan politik anggota dewan. KJS itu program baik yang didukung masyarakat Jakarta kan? Terlalu berlebihan itu, orang-orang itu," kata Charles H melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Sabtu (25/5/2013)

Bukan itu saja, pria yang juga terdaftar sebagai calon anggota legislatif DPR RI 2014 dari Dapil III DKI Jakarta PDIP itu mengungkapkan, seharusnya para anggota dewan bisa bersikap cerdas dalam menyikapi persoalan agar tidak terkesan mencari sensasi semata.

"Mereka harusnya cerdas ya, KJS itu apa? Selama ini kan, dinikmati warga Jakarta. Janganlah buat sensasi yang merugikan rakyat. Kasihan rakyatnya," ungkap Charles.

Dia melanjutkan, terkait kebijakan dan program Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama sering membaca lewat pemberitaan surat kabar (media). Ia pun mengau kaget saat mendengar kabar impeachment Joko Widodo yang akan dilakukan sebagian anggota DPRD DKI.

"Saya ikutin loh kebijakan dan program Pak Jokowi-Ahok. Semua pro rakyat kok. Kaget aja dengar impeachment Jokowi. Bener-bener lucu," ujarnya.

Seperti diketahui, sebagian anggota DPRD DKI disinyalir telah melakukan penggalangan tanda tangan untuk menggulirkan hak angket soal sistem klaim pembayaran Indonesia Case Base Groups (INA-CBG's) terhadap program KJS. Penggalangan tanda tangan tersebut diduga dilakukan Taufikurrahman (Fraksi Demokrat) dan Ashraf Ali (Fraksi Golkar).

Sebelumnya, Komisi E DPRD DKI telah mengadakan rapat dengar pendapat dengan 16 pimpinan rumah sakit dan Pemprov DKI yang diwakili Dinas Kesehatan DKI. Dalam rapat dengar pendapat tersebut, sebanyak 14 rumah sakit mendukung dan melanjutkan kerjasama program unggulan pemerintah Jakarta Baru itu.
(kri)
Berita Terkait
Sri Mulyani: Hubungan...
Sri Mulyani: Hubungan Kemenkeu dan BI Esensi Penting Jaga Ekonomi RI
SKB Diteken, BI dan...
SKB Diteken, BI dan Kemenkeu Sepakat Berbagi Beban Utang
Bank Indonesia Gandeng...
Bank Indonesia Gandeng Kemenkeu Kembangkan CBS
Terungkap, Potensi Wakaf...
Terungkap, Potensi Wakaf di Tanah Air Capai Rp217 Triliun
Lindungi Nyawa Manusia,...
Lindungi Nyawa Manusia, Negara G20 Sepakat Perkuat Kerja Sama Keuangan
Pemerintah-BI Berbagi...
Pemerintah-BI Berbagi Beban Utang Demi Indonesia, Ekonom: Langkah Tepat
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
39 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved