Ahok nilai KJS terlalu dipolitisasi
Sabtu, 25 Mei 2013 - 12:08 WIB
Ahok nilai KJS terlalu dipolitisasi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai polemik program KJS yang dihadapi Pemprov DKI terlalu dipolitisasi oleh anggota DPRD DKI.
Wakil Gubernur yang lebih populer disapa Ahok mengatakan, program yang baru berjalan selama dua bulan dengan sistem pembayaran Indonesia Case Base Groups (INA-CBG's) terlalu diributkan para politisi kebon sirih tersebut.
"Kayaknya iya ya (dipolitisasi). Ini belum dua bulan sudah ribut," kata Ahok, di Jakarta, Sabtu (25/5/2013)
Penilaian itu dikatakan mantan Bupati Belitung Timur untuk menanggapi rencana anggota DPRD DKI yang akan menggunakan hak interpelasi terkait program unggulan pemerintah Jakarta Baru itu.
Ahok pun seakan sependapat dengan pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana. Kata Ahok, sambil meniru pernyataan Triwisaksana yang mengatakan interpelasi terlalu berlebihan.
"Ini kayaknya sudah nungguin kapan nih, kan udah ada dua rumah sakit yang menyatakan mundur, kayaknya langsung hajar, iya kan? Kecepetan hajarnya. Itu Pak Sani wakil ketua saja sudah bilang, sudah berlebihan kan sampai lakuin kayak gitu," ujar Ahok.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa anggota dewan diduga telah melakukan penggalangan tanda tangan terkait polemik program KJS. Dua nama yang santer disebut sebagai penggagas hak interpelasi seperti Taufikurrahman dari Fraksi Partai Demokrat dan Ashraf Ali dari Fraksi Partai Golkar.
Wakil Gubernur yang lebih populer disapa Ahok mengatakan, program yang baru berjalan selama dua bulan dengan sistem pembayaran Indonesia Case Base Groups (INA-CBG's) terlalu diributkan para politisi kebon sirih tersebut.
"Kayaknya iya ya (dipolitisasi). Ini belum dua bulan sudah ribut," kata Ahok, di Jakarta, Sabtu (25/5/2013)
Penilaian itu dikatakan mantan Bupati Belitung Timur untuk menanggapi rencana anggota DPRD DKI yang akan menggunakan hak interpelasi terkait program unggulan pemerintah Jakarta Baru itu.
Ahok pun seakan sependapat dengan pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana. Kata Ahok, sambil meniru pernyataan Triwisaksana yang mengatakan interpelasi terlalu berlebihan.
"Ini kayaknya sudah nungguin kapan nih, kan udah ada dua rumah sakit yang menyatakan mundur, kayaknya langsung hajar, iya kan? Kecepetan hajarnya. Itu Pak Sani wakil ketua saja sudah bilang, sudah berlebihan kan sampai lakuin kayak gitu," ujar Ahok.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa anggota dewan diduga telah melakukan penggalangan tanda tangan terkait polemik program KJS. Dua nama yang santer disebut sebagai penggagas hak interpelasi seperti Taufikurrahman dari Fraksi Partai Demokrat dan Ashraf Ali dari Fraksi Partai Golkar.
(kri)