Ahok: Persoalan lahan di Jakarta tak pernah selesai
Senin, 29 April 2013 - 12:24 WIB
Ahok: Persoalan lahan di Jakarta tak pernah selesai
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjhahaja Purnama (Ahok) menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan mengganti lahan warga Waduk Pluit yang digusur. Sebab lahan yang diklaim warga sebagai miliknya itu, merupakan tanah negara.
Menurutnya, jika warga terus meminta ganti rugi lahan, persoalan di Jakarta tidak akan pernah selesai. Hal ini akan berakibat pada mandeknya proses pembangunan di ibu kota.
"Di Jakarta enggak pernah beres soal lahan ini, kalau didudukin terus minta ganti. Duduki tanah negara (waduk) yang objek vital, minta diganti itu enggak bisa," kata Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/4/2013).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, lahan yang saat ini ditempati warga merupakan jalur hijau. Jadi, salah tempat jika warga tetap ngotot untuk menuntut Pemprov DKI memberikan hak mereka.
"Makanya saya bilang sama teman saya, kamu punya pasukan berapa? Kita dudukin balai kota sama Monas, terus kita bagi hasil. Ya, mana bisa? Itu kan jalur hijau, gitu loh," tuturnya.
Sebelumnya, warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit mengancam untuk mendatangi rumah Ahok yang kebetulan tak jauh dari lokasi para warga tersebut.
Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan pembongkaran sebanyak 30 bangunan yang berada di sisi barat Waduk Pluit. Dari total 998 rumah yang berdiri disisi barat waduk, sudah terbongkar sebanyak 710 rumah. Kini, masih terdapat ribuan rumah di sisi timur bantaran Waduk Pluit.
Menurutnya, jika warga terus meminta ganti rugi lahan, persoalan di Jakarta tidak akan pernah selesai. Hal ini akan berakibat pada mandeknya proses pembangunan di ibu kota.
"Di Jakarta enggak pernah beres soal lahan ini, kalau didudukin terus minta ganti. Duduki tanah negara (waduk) yang objek vital, minta diganti itu enggak bisa," kata Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/4/2013).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, lahan yang saat ini ditempati warga merupakan jalur hijau. Jadi, salah tempat jika warga tetap ngotot untuk menuntut Pemprov DKI memberikan hak mereka.
"Makanya saya bilang sama teman saya, kamu punya pasukan berapa? Kita dudukin balai kota sama Monas, terus kita bagi hasil. Ya, mana bisa? Itu kan jalur hijau, gitu loh," tuturnya.
Sebelumnya, warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit mengancam untuk mendatangi rumah Ahok yang kebetulan tak jauh dari lokasi para warga tersebut.
Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan pembongkaran sebanyak 30 bangunan yang berada di sisi barat Waduk Pluit. Dari total 998 rumah yang berdiri disisi barat waduk, sudah terbongkar sebanyak 710 rumah. Kini, masih terdapat ribuan rumah di sisi timur bantaran Waduk Pluit.
(san)