PVMBG: Warga Cililin harus direlokasi

Selasa, 26 Maret 2013 - 01:03 WIB
PVMBG: Warga Cililin...
PVMBG: Warga Cililin harus direlokasi
A A A
Sindonews.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi merekomendasikan relokasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Kalau relokasi, carikan yang jauh dari lereng. Harus dihindari tinggal di atas, pada atau di bawah lereng,” kata Kepala PVMBG, Surono, Senin (25/3/2013).

Seperti diberitakan, hujan yang terjadi Minggu malam lalu, mengakibatkan longsor dan menimbun warga Desa Mukapayung Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka tinggal di lereng Gunung Nagrok seluas satu hektar. Akibat longsoran itu, rumah-rumah warga rata dengan tanah.

Lanjut Surono, lokasi longsor di Desa Mukapayung tersebut masuk dalam zona kerentanan tinggi alias zona merah. Artinya, daerah ini rentan terjadi gerakan tanah hingga menimbulkan longsoran. Berdasarkan catatan PVMBG, Cililin sudah beberapa kali terkena longsor.

“Untuk zona kerentanan tinggi sulit untuk tidak longsor. Mungkin hanya waktu yang menentukan akan terjadi. Terlebih ini kan lembah yang diapit bukit-bukit yang terjal,” katanya.

“Langkah ke depan, ini kan zona kerentanan tinggi. Masyarakat tidak boleh tinggal di bawah lereng yang terjal seperti ini. Yang ini sangat mungkin kena longsor,” tambah Surono.

Solusi jangka pendek yang harus diambil adalah mengungsikan warga yang ada di daerah rawan tersebut, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

“Ngungsi sementara, iya. Karena rumah sekitar sini ini bisa (longsor susulan). Ke depannya, sebetulnya perlu evakuasi, tapi mau ke mana? Jadi pemerintah harus cari solusi yang baik,” katanya.

Menurutnya, hujan yang terjadi malam hari tingkat bahayanya berbeda dengan hujan siang hari. Hujan malam terjadi manakala warga atau petani terlelap tidur akibat kecapaian. Hujan di tanah yang gembur membuat titik jenuh di pagi harinya. Saat itulah tanah bergerak dan memicu longsor.

Di sisi lain, warga masih tinggal di dalam rumah. “Jadi pasti korbannya banyak. Longsor di bawah tebing biasanya korbannya banyak,” katanya.

Surono menjelaskan, daerah rawan longsor sebenarnya nyaman ditinggali, tanahnya subur, dengan sumber air di mana-mana. Namun tantangan dan risikonya sangat berat, karena nyawa taruhannya.
(rsa)
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
5 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved