Penyerbuan LP Sleman cermin tidak tegasnya hukum

Sabtu, 23 Maret 2013 - 19:02 WIB
Penyerbuan LP Sleman...
Penyerbuan LP Sleman cermin tidak tegasnya hukum
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat mengatakan, pihaknya tetap mendukung upaya pengusutan dan menindak tegas para pelaku penyerbuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

"Kita mendukung pernyataan Menkopolhukam Djoko Suyanto, agar diambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang menyerbu Lapas Sleman," kata Martin, saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/3/2013).

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menegaskan, tindakan main hakim sendiri muncul, karena masyarakat sudah tidak lagi percaya terhadap hukum yang bisa memberi keadilan kepada orang yang menjadi korban kejahatan.

"Apabila rasa percaya itu ada, pasti kejadian-kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi," tukasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo yang mendatangi lokasi kejadian mengatakan, empat tahanan tewas di ruang tahanan dengan luka tembak.

"Iya memang keempatnya tahanan pelaku yang kemarin (penganiayaan di Hugo's Kafe)," kata dia, di Sleman, Yogyakarta.

Sabar mengungkapkan, kronologi kejadian tersebut, awalnya ada gerombolan dengan penutup muka melompat pagar gedung setinggi sekitar satu meter, kemudian melalui penjaga memaksanya untuk masuk ke dalam. Setelah berhasil masuk, kemudian kembali memaksa penjaga pembawa kunci ruang tahanan untuk mencari sasarannya.

Ketika sudah mendapatkan sasarannya tersebut, gerombolan itu menembakkan senjata apinya, hingga para tahanan tewas. Dugaan, ada sekira 17 orang yang masuk, namun masih ada yang berjaga di luar. "Saya tadi menginterogasi petugas penjaga pintu dan pembawa kunci, ada sekitar 17 orang," kata dia.

Closed Circuit Television (CCTV) yang ada juga diambil oleh gerombolan itu. Sampai pukul 06.30 WIB pagi ini, petugas dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda DIY masih melakukan penyelidikan. "CCTV juga diambil," lanjut Kapolda.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari para pelaku ini. Sebagaimana yang diketahui, keempat tahanan yang merupakan pelaku penganiayaan hingga menewaskan Sersan satu Santoso, berinisial D, DD, dan AL yang merupakan warga sipil.

Serta, YJ, seorang mantan anggota polisi Polresta Yogyakarta. Kejadian itu pada Selasa 19 Maret 2013 dini hari lalu di Hugo's Kafe, Jalan Adisutjipto, kilometer 8,5, Maguwoharjo, Sleman. Sertu Santoso sendiri tewas dengan luka tusuk menggunakan bekas pecahan botol.
(maf)
Berita Terkait
Lari, Budaya, dan Keindahan...
Lari, Budaya, dan Keindahan Bali: Maybank Marathon 2025 Siap Dimulai
Penyelidikan Kasus Maybank
Penyelidikan Kasus Maybank
Total Kredit Maybank...
Total Kredit Maybank Indonesia Tumbuh 10% pada 2024
Sukses Digelar di Bali,...
Sukses Digelar di Bali, Elite Label Road Race Maybank Marathon 2024 Umumkan Para Juara
Kolaborasi Moduit dan...
Kolaborasi Moduit dan Maybank Sekuritas Hadirkan Penyediaan Fitur Investasi Saham
Maybank Indonesia Siap...
Maybank Indonesia Siap Gelar Maybank Marathon 2025 di Bali, Catat Tanggalnya!
Berita Terkini
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
1 jam yang lalu
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
2 jam yang lalu
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
3 jam yang lalu
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
4 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
4 jam yang lalu
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
11 jam yang lalu
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved