Genap ganjil dikombinasikan dengan 3 in 1

Senin, 25 Februari 2013 - 22:22 WIB
Genap ganjil dikombinasikan...
Genap ganjil dikombinasikan dengan 3 in 1
A A A
Sindonews.com - Pemprov DKI Jakarta menilai, pelaksanaan kebijakan pembatasan kendaraan melalui sistem tiga penumpang dalam satu mobil, atau three in one sudah efektif mengurangi kemacetan di Jakarta pada jam-jam sibuk.

Karena itu, kebijakan three in one tidak akan dihapus, melainkan kemungkinan besar akan dikombinasikan dengan penerapan pembatasan kendaraan bermotor, melalui sistem nomor plat kendaraan bermotor ganjil genap.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, dalam penerapan sistem 3 in 1, tidak hanya penerapan law enforcement terlihat jelas, juga dapat meredam kemacetan lalu lintas cukup efektif.

Dia mencontohkan, kemacetan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto. Sejak diberlakukan 3 in 1 di kawasan tersebut, hampir 70 persen kemacetan lalu lintas berkurang saat penerapan kebijakan itu. Sehingga kalau diganti dengan penerapan ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, dikhawatirkan justru akan menambah kemacetan hingga 40 persen.

“Selama ini, penerapan kebijakan 3 in 1 membuat jalan-jalan tidak macet. Nah kalau kita hilangkan kebijakan ini, bagaimana ya. Kita lagi pikirkan apakah harus ada kombinasi ganjil genap dan 3 in 1. Jadi kebijakan 3 in 1 tidak usah dihapuskan, karena terbukti efektif mengurangi kemacetan,” kata Basuki di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (25/2/2013).

Karena itu, lanjutnya, rencana penerapan sistem ganjil genap tidak akan diberlakukan di kawasan yang sudah diterapkan kebijakan 3 in 1. Sedang sistem ganjil genap, akan diterapkan di jalan sepanjang jalur koridor 1 yaitu Blok M-Kota.

Karena rute tersebut sudah memiliki jaringan transportasi massal seperti busway yang terintegrasi dengan transportasi umum lainnya.

“Namun, kalau hanya bergantung pada satu koridor saja, dan tidak membangun jaringan transportasi maka ujung-ujungnya akan mentok juga kan. Seperti jalan layang non tol Antasari, tidak dibangun secara menyeluruh, jadi tambah macet,” ujar pria yang kerap disapa Ahok.
(stb)
Berita Terkait
Uji Coba Ganjil Genap...
Uji Coba Ganjil Genap Hari Pertama, Ratusan Kendaraan Masih Nekat Masuk Puncak
Ganjil Genap di Jalur...
Ganjil Genap di Jalur Puncak, Sistem Oneway Tetap Diberlakukan
Diberlakukan Uji Coba...
Diberlakukan Uji Coba Ganjil Genap, Kawasan Puncak Padat Merayap. Selengkapnya di iNews Siang
Pagi Ini Lalin Jalur...
Pagi Ini Lalin Jalur Puncak Masih Ramai Lancar
Ingat! Besok, Jalur...
Ingat! Besok, Jalur Puncak Berlakukan Ganjil Genap
Libur Panjang Iduladha,...
Libur Panjang Iduladha, Ganjil Genap Diterapkan Menuju Puncak Bogor 14-18 Juni 2024
Berita Terkini
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
7 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
22 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
51 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
58 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
2 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved