Terapkan genap ganjil, Polda dan Dishub belum solid
Senin, 25 Februari 2013 - 22:07 WIB
Terapkan genap ganjil, Polda dan Dishub belum solid
A
A
A
Sindonews.com- Terkait pelaksanaan program ganjil genap, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Kepolisian Daerah Metro Jaya berbeda soal kapan pelaksanaan ganjil genap tersebut akan di terapkan.
Beberapa waktu lalu, Ditlantas Polda Metro Jaya Wahyono menjelaskan, program ganjil genap belum bisa dilaksanakan pada bulan maret, seperti permintaan Gubernur Jokowi. Hal itu, karena banyaknya persoalan yang harus di selesaikan.
Antara lain, mengenai sistem elektronik, regulasi (payung hukum) termasuk didalamnya mengatur tata cara teknis pelaksanaan, pengawasan dan sanksi bagi pelanggar. Saat ini, pihak Polda, dengan media Traffic Manajement Centre (TMC), baru akan melakukan kordinasi dengan pihak pemprov DKI Jakarta. Jadi, mengenai kapan ganjil genap belum bisa di pastikan kapan pelaksanaannya.
"Kita mau singkronisasi dulu sama Jokowi." Kata Wahyono, beberapa waktu lalu, di Polda Metro, Jakarta.
Berbeda dari prediksi Polda Metro Jaya, Udar Pristono Kepala dinas perhubungan Jakarta menilai, program ganjil genap bisa di laksanakan pada akhir bulan Juni tahun ini, setelah pembahasan anggaran selesai di bahas. Hal itu, dia sampaikan sesaat setelah bertemu gubernur Jokowi di Balaikota DKI Jakarta.
"Jadi mohon maaf waktunya ini akan bergeser bulan Juni. Itu usulan kami nanti keputusan ada di tangan pak gub." Kata Udar, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (25/2/2013).
Saat ini, pihak pemprov DKI dan Polda Metro Jaya sedang melakukan kordinasi terkait singkronisasi pelaksanaan program ganjil genap. Namun, singkronisasi terkesan berjalan sendiri-sendiri, karena kedua belah pihak belum juga menemukan kata sepakat perihal waktu pelaksanaan program tersebut.
Beberapa waktu lalu, Ditlantas Polda Metro Jaya Wahyono menjelaskan, program ganjil genap belum bisa dilaksanakan pada bulan maret, seperti permintaan Gubernur Jokowi. Hal itu, karena banyaknya persoalan yang harus di selesaikan.
Antara lain, mengenai sistem elektronik, regulasi (payung hukum) termasuk didalamnya mengatur tata cara teknis pelaksanaan, pengawasan dan sanksi bagi pelanggar. Saat ini, pihak Polda, dengan media Traffic Manajement Centre (TMC), baru akan melakukan kordinasi dengan pihak pemprov DKI Jakarta. Jadi, mengenai kapan ganjil genap belum bisa di pastikan kapan pelaksanaannya.
"Kita mau singkronisasi dulu sama Jokowi." Kata Wahyono, beberapa waktu lalu, di Polda Metro, Jakarta.
Berbeda dari prediksi Polda Metro Jaya, Udar Pristono Kepala dinas perhubungan Jakarta menilai, program ganjil genap bisa di laksanakan pada akhir bulan Juni tahun ini, setelah pembahasan anggaran selesai di bahas. Hal itu, dia sampaikan sesaat setelah bertemu gubernur Jokowi di Balaikota DKI Jakarta.
"Jadi mohon maaf waktunya ini akan bergeser bulan Juni. Itu usulan kami nanti keputusan ada di tangan pak gub." Kata Udar, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (25/2/2013).
Saat ini, pihak pemprov DKI dan Polda Metro Jaya sedang melakukan kordinasi terkait singkronisasi pelaksanaan program ganjil genap. Namun, singkronisasi terkesan berjalan sendiri-sendiri, karena kedua belah pihak belum juga menemukan kata sepakat perihal waktu pelaksanaan program tersebut.
(stb)