Kemendikbud sosialisasikan kurikulum 2013

Minggu, 24 Februari 2013 - 01:00 WIB
Kemendikbud sosialisasikan...
Kemendikbud sosialisasikan kurikulum 2013
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan sosialisasi kurikulum 2013 kepada para guru yang mengajar di Yogyakarta, di pendopo Balai Kota Yogyakarta.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan (PSDMPK) Kemendikbud Syawal Gultom memaparkan langsung materi kurikulum baru tersebut.

Syawal Gultom dalam pemaparannya menjelaskan, ada empat hal yang mendasari perubahan kurikulum tersebut. Yaitu kompentensi, materi, proses pembelajaran dan penilaian. Dimana empat hal tersebut, walau sudah baik, namun ada beberapa hal yang perlu di perbaiki. Sehingga perlu rekonstruksi ulang.

“Untuk kompetensi misalnya, akan lebih menitik beratkan pada tiga hal, yaitu sikap, keterampilan dan perilaku," jelas Syawal, Sabtu 23 Februari 2013.

Syawal menambahkan, untuk materi, perlu ada perbaikan. Karena selama ini dinilai masih ada kerancuan dalam pemberian materi pelajaran. Misalnya, ada pelajaran yang mestinya harus diajarkan namun justru tidak diajarkan, dan sebaliknya yang harusnya tidak diajarkan malah diajarkan.

“Contohnya untuk pelajaran tingkat SMP mengenai pembacaan data harusnya diajarkan, namun tidak ada, dan untuk tingkat SD masalah parlemen atau lembaga tinggi negara harusnya belum diajarkan, namun malah diberikan,” jelasnya.

Untuk itu, untuk proses pembelajaran pada kurikulum 2013, di tingkat SD bukan lagi fokus pada mata pelajaran, namun pada tematik integratif, tidak lagi terpisah-pisah dan baru pada tingkat SMP dan SMA untuk pembelajarannya dikelompokkan per mata pelajaran.

Kemudian untuk penilai, tidak lagi hanya berdasarkan nilai test, namun juga bagaimana prosesnya. Sebab selama ini, untuk penilaian hanya dilihat dari outputnya, prosesnya tidak. Selain itu, untuk penilaian nanti juga akan dilihat dari portofilio atau karya apa yang telah siswa kerjakan.

“Jadi hal-hal itulah yang harus mendapatkan perhatian,” tandasnya

Syawal menambahkan, kurikulum 2013 ini diharapkan sudah dapat dilaksanakan minimal 30 persen dari jumlah sekolah yang ada di setiap kabupaten dan kota. Namun begitu untuk pelaksanaannya tergantung dari kesiapan kabupaten dan kota masing-masing. Sehingga jika ada yang dapat melaksanakan lebih dari 30 persen diperbolehkan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Yogyakarta Edy Heri Suasana mengatakan Yogyakarta siap melaksanakan kurikulim 2013 tersebut. Baik dari segi SDM maupun hal-hal teknis lainnya, termasuk juga sudah mempersiapkan kurikulum untuk muatan lokal (mulok).

“Untuk mulok sendiri, nantinya akan diluncurkan bersamaan dengan launching kurikulum 2013,” katanya.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kemenham Kecam Tewasnya...
Kemenham Kecam Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Bali: Dorong Anak Korban Dapat Perlindungan Negara
13 menit yang lalu
Ketua RT Terima Laporan...
Ketua RT Terima Laporan Ada Orang Pingsan di Tempat Sutrimo Tergeletak
26 menit yang lalu
Olah TKP Pria Meninggal...
Olah TKP Pria Meninggal Dunia Diduga Karumga Febrie, Polisi Bawa Bantal hingga Motor
2 jam yang lalu
Tragis! Di Bali, Pria...
Tragis! Di Bali, Pria Tewas Dikeroyok Hanya Gara-gara Dituduh Curi Ayam
3 jam yang lalu
HUT ke-15, AMG Komitmen...
HUT ke-15, AMG Komitmen Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern di Indonesia
4 jam yang lalu
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved