Yogya belum punya aturan pendirian tempat game online

Jum'at, 08 Februari 2013 - 15:19 WIB
Yogya belum punya aturan...
Yogya belum punya aturan pendirian tempat game online
A A A
Sindonews.com - Pemkot Yogyakarta mengakui jika saat ini belum memiliki aturan, soal tempat untuk pendirian game online.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perizinan Yogyakarta Golkari Made Yulianto mengatakan, akibat hal itu, para pengusaha dapat memilih tempat lokasi yang mereka kehendaki.

“Selain itu, untuk jarak minimal game online dengan tempat pendidikan juga belum diatur,” katanya, di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2013).

Meski begitu, pemkot berjanji tak akan membiarkan pengusaha yang melanggar aturan. Sebab, sanksi tegas akan diberikan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Menurutnya, sanksi tersebut berupa teguran sampai pencabutan izin usaha. Hanya saja yang menjadi kendala untuk penegakkan peraturan ini, adalah terbatasnya petugas pengawas. Karena jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah usaha yang harus diawasi.

“Untuk pengawasan ini kami hanya memiliki dua petugas, sementara yang harus diawasi ada 1.000 tempat,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Golkari meminta semua pihak melakukan pengawasan bersama-sama, termasuk kepada para pengusaha game online, juga menerapkan aturan yang sudah ada. Terutama, melarang siswa, apalagi yang masih berseragam sekolah, baik saat jam sekolah maupun sudah di luar jam sekolah bermain di tempat tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perizinan, saat ini jumlah game online dan warnet yang ada di Yogyakarta, ada 277 lokasi. Dari jumlah ini, paling banyak berada di wilayah kecamatan Umbulharjo, yakni 68 tempat dan untuk kecamatan Kraton usaha ini tidak ada.

Warga Danurejan, Evi Retno (35) mengatakan, sebenarnya dari sisi pendidikan keberadaan warnet itu sangat mendukung, terutama dalam hal pengenalan dan penguasaan teknologi maupun saat siswa mendapatkan tugas-tugas dari guru.

Hanya saja, tetap harus ada pengawasan bersama. Apalagi selain warnet juga ada game online. Sehingga siswa tidak mengunakan kesempatan itu, untuk hal-hal lain diluar pembelajaran. Namun tetap fokus untuk pendidikan.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
40 menit yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
1 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
4 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved