Pengembangan KA di Surabaya disambut baik Komisi C
Jum'at, 08 Februari 2013 - 03:24 WIB
Pengembangan KA di Surabaya disambut baik Komisi C
A
A
A
Sindonews.com – Rencana pengembangan jalur kereta api di Kota Surabaya, Jawa Timur, nampaknya disambut baik oleh KOmisi C DPRD Kota Serabaya. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim.
Menurutnya, pihaknya sudah bertemu dengan pihak Kemenhub, untuk rencana presentasi masterplan untuk Surabaya.
"Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang pihak Kemenhub agar presentasi di Surabaya," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Pemkot Surabaya untuk memakai moda transportasi trem mulai menemui batu ganjalan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, rencana pemkot tersebut hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas baru di Kota Pahlawan.
Jika dilihat dalam sisi kebutuhan serta efektifitas sulit untuk dibangun trem. Sebab, program trem yang digagas Pemkot Surabaya bukan solusi untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas.
Pemkot tetap harus melihat kondisi infrastruktur yang ada di Surabaya. Ditambah lagi dengan kesiapan penguna transportasi massal. Bahkan, tingkat disiplin para pengguna jalan di Surabaya juga masih rendah.
Selain itu, banyak perlintasan yang harus dibuat untuk laju trem. Tentunya jika tidak ada kedisiplinan dari para pengguna jalan akan bisa mengakibatkan kemacetan dan kecelakaan.
Kendati demikian, Kemenhub memiliki masterplan atau perencanaan pengembangan perkeretaapian di Surabaya 2014. Masterplan tersebut diharapkan bisa mengatasi persoalan kemacetan di Surabaya.
Menurutnya, pihaknya sudah bertemu dengan pihak Kemenhub, untuk rencana presentasi masterplan untuk Surabaya.
"Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang pihak Kemenhub agar presentasi di Surabaya," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Pemkot Surabaya untuk memakai moda transportasi trem mulai menemui batu ganjalan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, rencana pemkot tersebut hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas baru di Kota Pahlawan.
Jika dilihat dalam sisi kebutuhan serta efektifitas sulit untuk dibangun trem. Sebab, program trem yang digagas Pemkot Surabaya bukan solusi untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas.
Pemkot tetap harus melihat kondisi infrastruktur yang ada di Surabaya. Ditambah lagi dengan kesiapan penguna transportasi massal. Bahkan, tingkat disiplin para pengguna jalan di Surabaya juga masih rendah.
Selain itu, banyak perlintasan yang harus dibuat untuk laju trem. Tentunya jika tidak ada kedisiplinan dari para pengguna jalan akan bisa mengakibatkan kemacetan dan kecelakaan.
Kendati demikian, Kemenhub memiliki masterplan atau perencanaan pengembangan perkeretaapian di Surabaya 2014. Masterplan tersebut diharapkan bisa mengatasi persoalan kemacetan di Surabaya.
(stb)