Simulasi bencana, stupa Borobudur ditutup tarpaulin

Rabu, 06 Februari 2013 - 17:49 WIB
Simulasi bencana, stupa...
Simulasi bencana, stupa Borobudur ditutup tarpaulin
A A A
Sindonews.com - Stupa induk candi Borobudur kembali ditutup menggunakan mantel Tarpaulin. Upaya tersebut merupakan bagian dari persiapan simulasi tanggap bencana yang akan digelar oleh pihak Balai Konservasi dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Jumat 7 Februari 2013 mendatang.

Kepala Seksi (Kasi) Layanan Konservasi, Balai Konservasi Borobudur, Iskandar M. Siregar mengatakan, pemasangan Tarpaulin dilakukan lebih dulu supaya lebih mudah dalam pelaksanaan simulasi nanti.

“Kita pasang yang stupa induk dulu, agar persiapan lebih mudah. Setelah itu, nanti baru kita pasang yang stupa-stupa teras,” katanya, Rabu (6/2/2013).

Proses pemasangan pada stupa induk, lanjut Siregar, harus melibatkan sedikitnya 15 orang. Sebab, Tarpaulin memiliki berat sekitar 700 kilogram. Sedangkan waktunya membutuhkan sekitar 12 jam.

Iskandar menambahkan, persiapan juga akan digelar pada Kamis (7 Februari 2013) dengan gladi bersih dan pemasangan tarpaulin pada 24 stupa teras di lantai 9 dan 16 stupa teras di lantai 10.

“Pada simulasi yang akan digelar pada Jumat (6/2/2013) nanti, akan melibatkan sekitar 350 orang dari semua elemen seperti pengunjung, masyarakat, aparat kepolisian dan tentara,” paparnya.

Sebelumnya, 44 stupa yang dibungkus tarpaulin adalah satu stupa induk berdiameter 16 meter dengan tinggi sekitar delapan meter. Pemasangan pembungkus dengan nama tarpaulin ini, menelan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan (APBN) 2012 sebesar Rp239 jutaan.

Tarpaulin atau alat pembungkus berwarna abu-abu, tersebut dipesan melalui pihak ketiga yaitu Pusat Tenda Yogya, yang beralamat di Bantul.

Sementara, bahan pembungkus stupa tersebut adalah polyster dengan ketebalan antara 0,4-0,5 milimeter dan berat 410-780 gram per meter persegi.

Bahan tersebut bersifat tahan air, fleksible , kuat tarik dan kuat sobek yang sangat baik. Termasuk kuat untuk menahan abu merapi yang memiliki kadar asam tinggi.
(ysw)
Berita Terkait
Ratas Penanganan Bencana,...
Ratas Penanganan Bencana, Presiden Minta Percepatan Evakuasi Korban
Penanganan Bencana Harus...
Penanganan Bencana Harus Dipercepat
Kemensos akan Gandeng...
Kemensos akan Gandeng LSM dalam Penanganan Bencana
Pemkab Morowali Menggelar...
Pemkab Morowali Menggelar Rakor Penanganan Bencana
Temui Jajaran Pimpinan...
Temui Jajaran Pimpinan ITS dan Unair, Mensos: Silaturahim dan Diskusi Penanganan Bencana
Resmi Pimpin RAPI Sulsel,...
Resmi Pimpin RAPI Sulsel, IAS Dorong Penguatan Fungsi Sosial
Berita Terkini
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
14 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
25 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved