Kabupaten Muba kekurangan dokter spesialis

Senin, 04 Februari 2013 - 19:26 WIB
Kabupaten Muba kekurangan...
Kabupaten Muba kekurangan dokter spesialis
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengakui kalau sedang kekurangan tenaga dokter spesialis. Untuk menutupi kekurangan ini, Pemkab mendatangkan dokter dari RSUD Jambi.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), M Madali menuturkan jika pihaknya masih mencari dokter spesialis. Saat ini di RSUD Bayung Lencir dan Sungai Lilin kekurangan dokter spesialis.
Karena kurangnya tenaga medis, kedua rumah sakit tersebut kesulitan meningkatkan pelayanan.

"Paling tidak dibutuhkan lebih dari empat dokter spesialis yakni spesialis anak, kebidanan, penyakit dalam dan bedah," tegas Madali di kantornya, Senin (4/2/2013).

Sementara ini, lanjutnya, kedua rumah sakit tersebut menggunakan jasa dokter spesialis yang sifat tertentu dan paruh waktu.

"Itupun didatangkan dari rumah sakit di Jambi, dan hanya seminggu sekali praktek,” terangnya.

Menurut Madali, kendala yang dihadapi dokter spesialis untuk bekerja di kedua rumah sakit di Muba itu karena masih minimnya tunjangan bagi para dokter itu.

Yakni hanya berkisar Rp15-20 juta, yang dirasakan kecil. Dengan begitu dokterbanyak tidak berminat.

“Tawaran untuk dokter spesialis sudah kita umumkan, melalui internet dan media massa namun peminatnya tidak ada karena tunjangannya kecil, yakni Rp15-20 juta,” jelasnya.

Kondisi seperti ini kian menyulitkan Pemda sehingga mencari jalan dengan menyekolahkan dokter-dokter muda untuk mengambil gelar spesialis.

Sedikitnya jelas Madali ada 10 dokter muda yang disekolahkan untuk mendapatkan dokter spesialis dengan syarat ikatan dinas. Adapun spesialis yang diambil yakni dokter spesialis mata, anestesi, bedah, dan penyakit dalam.

Dengan program itu,dokter yang merupakan warga setempat atau bersedia ditempatkan bekerja di RSUD di Muba wajib mengabdi minimal 5 tahun. Jika tidak maka dokter tersebut harus mengganti biaya sekolah yang selama ini telah diberikan.

“Program sekolah dokter menjadi spesialis sudah mulai kita lakukan 2010 lalu. Sehingga begitu mereka lulus langsung ditempatkan di rumah sakit di Muba,” paparnya.
(ysw)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
14 menit yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Infografis
Kekurangan Prajurit,...
Kekurangan Prajurit, Militer Israel Kewalahan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved