Nur Mahmudi akui banyak rawa dijadikan perumahan

Senin, 21 Januari 2013 - 15:17 WIB
Nur Mahmudi akui banyak...
Nur Mahmudi akui banyak rawa dijadikan perumahan
A A A
Sindonews.com - Banjir yang terjadi di kawasan Depok selama ini, disebabkan oleh luapan Sungai Ciliwung, serta kesalahan para pengembang dalam membangun perumahan. Banyaknya pengembang yang melanggar peil banjir sehingga beberapa tahun kemudian rumah tersebut terendam banjir.

Sebut saja Perumahan Taman Duta (Sukmajaya), Perumahan Pondok Duta (Cimanggis), Perumahan Cening Ampe (Cilodong), Perumahan Mutiara Depok (Sukmajaya), Perumahan Griya Lembah (Sukmajaya), dan Perumahan Griya Studio Alam (Sukmajaya), Taman Cimanggis (Sukmajaya), dan Bukit Cengkeh (Cimaggis).

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, Pemerintah Kota Depok mengklaim banyak perumahan dibangun dari wilayah yang dahulunya merupakan sawah, lembah, dan saluran irigasi.

"Sebelum ada Pemkot Depok tahun 1999, di masa-masa kabupaten Bogor. Itu dulunya sawah, lembah dan saluran irigasi, dibangun saja ternyata enggak sadar itu wilayah kabupaten, tak langsung kroscek zamannya Bupati Bogor dulu," ungkapnya kepada wartawan saat mengunjungi longsor di Cinere, Depok, Senin (21/1/2013).

Saat ini, pihaknya tengah menyempurnakan kelancaran Kali Laya, sungai yang menyebabkan banyak perumahan banjir. Hal itu lantaran kondisi sungai berada diatas perumahan warga.

"Sodetan pembuangan berlebihan di Situ Pengarengan, nanti dibuang atau dibelokkan ke Sungai Sugu Tamu. Sekarang kan ke Kali Baru. Ini sebelum ke Kalibaru dibelokkan dulu ke Sugutamu," terangnya.

Dia melanjutkan, untuk Perumahan Taman Duta memang tidak bisa sempurna dan selesai. Mulai dari lambatnya sampai harus dipompa. "Resiko dari kebijakan dahulu kala tanpa dihitung dulu," ungkapnya.

Selama ini, lanjutnya, yang membanjiri perumahan tersebut lantaran limpahan air hujan dan drainase yang buruk. "Kalau hujan di atas 30 mm, pasti ada saluran meluap. Karena drainase itu kurang," paparnya.

Karena itu pihaknya tengah mewacanakan pembuatan City Sanitation untuk menormalisasikan drainase. "Kami akan ciptakan City Sanitation. Akan juga tingkatkan alir dan alur air, serta simulasi cuaca hujan diatas 80 mm," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Hujan Lebat, Bukit Cengkeh...
Hujan Lebat, Bukit Cengkeh 2 Depok Terendam Banjir
Banjir Rendam 2 RT di...
Banjir Rendam 2 RT di Cipayung Depok
Tanggul Jebol, Puluhan...
Tanggul Jebol, Puluhan Rumah di Cimanggis Depok Terendam Banjir
Simpang Mampang di Pancoran...
Simpang Mampang di Pancoran Mas Depok Banjir Padahal Tidak Turun Hujan
Jalan Sawangan-Mampang...
Jalan Sawangan-Mampang Depok Terendam, Ketua RT: Banjir Kiriman dari Bogor
Pemkot Depok Pastikan...
Pemkot Depok Pastikan Banjir Sudah Surut Semua
Berita Terkini
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
21 menit yang lalu
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
1 jam yang lalu
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
8 jam yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
10 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved