Banjir Jakarta telan korban, 2 orang tewas
Rabu, 16 Januari 2013 - 16:49 WIB
Banjir Jakarta telan korban, 2 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Banjir Jakarta telan korban. Dua orang warga dinyatakan tewas setelah terseret arus sungai di Kelurahan Tanjung Duren, dan Kampung Melayu.
"Hingga saat ini tercatat ada 2 orang meninggal yaitu 1 anak di Kel Tanjung Duren yang hanyut di sungai dan 1 orang di Kampung Melayu," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho, kepada Sindonews, Rabu (16/1/2013).
Dia menambahkan, sebanyak 9.374 warga Jakarta juga telah mengungsi dari rumah mereka sejak Selasa 15 Januari 2013. Mereka tersebar di 131 Rukun Warga (RW), 367 Rukun Tetangga (RT), dan 39 kelurahan.
Jumlah pengungsi terbanyak di Kelurahan Kampung Melayu yaitu 2.257 jiwa. Pengungsi ditempatkan pada RS Hermina, GOR Jakarta Timur, Masjid Attawabin, Mushola Awabin, Aula Sudinkes Jakarta Timur, Aula Masjid Ihttihadul Ikhwan.
Jumlah pengungsi di Jakarta Timur mencapai 4.311 jiwa yaitu di Kelurahan Kampung Melayu yaitu 2.257 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi lain tersebar di Kel Bidara Cina (949 jiwa), Kramatjati (500 jiwa), Cililitan (605 jiwa).
Di Jakarta Selatan pengungsi mencapai 2.127 jiwa yang tersebar di Bukit Duri (1.151 jiwa), Pejaten Timur (60 jiwa), Pondok Pinang (48 jiwa), Ulujami (150 jiwa), Pondok Labu (65 jiwa), Tanjung Barat (567 jiwa), dan Lenteng Agung (86 jiwa).
Di Jakarta Barat pengungsi mencapai (2.426 jiwa) yang tersebar di Kedoya Selatan (24 jiwa), Wijaya Kusuma (510 jiwa), Kedaung Kaliangke (300 jiwa), dan Rawa Buaya (2.102 jiwa). Di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tidak ada pngungsian.
"Tinggi banjir bervariasi dari 10 cm hingga 3 meter. Di Kampung Melayu, Cawang, dan Bukit Duri tinggi banjir mencapai 2,5 meter," tambahnya.
Dia melanjutkan, BNPB, BPBD DKI Jakarta, Kementerian PU, Kemsos, Kemkes, Basarnas, TNI, Polri dan unsur lainnya bersama-sama memberikan bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena korban bencana.
"Hingga saat ini tercatat ada 2 orang meninggal yaitu 1 anak di Kel Tanjung Duren yang hanyut di sungai dan 1 orang di Kampung Melayu," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB DR. Sutopo Purwo Nugroho, kepada Sindonews, Rabu (16/1/2013).
Dia menambahkan, sebanyak 9.374 warga Jakarta juga telah mengungsi dari rumah mereka sejak Selasa 15 Januari 2013. Mereka tersebar di 131 Rukun Warga (RW), 367 Rukun Tetangga (RT), dan 39 kelurahan.
Jumlah pengungsi terbanyak di Kelurahan Kampung Melayu yaitu 2.257 jiwa. Pengungsi ditempatkan pada RS Hermina, GOR Jakarta Timur, Masjid Attawabin, Mushola Awabin, Aula Sudinkes Jakarta Timur, Aula Masjid Ihttihadul Ikhwan.
Jumlah pengungsi di Jakarta Timur mencapai 4.311 jiwa yaitu di Kelurahan Kampung Melayu yaitu 2.257 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi lain tersebar di Kel Bidara Cina (949 jiwa), Kramatjati (500 jiwa), Cililitan (605 jiwa).
Di Jakarta Selatan pengungsi mencapai 2.127 jiwa yang tersebar di Bukit Duri (1.151 jiwa), Pejaten Timur (60 jiwa), Pondok Pinang (48 jiwa), Ulujami (150 jiwa), Pondok Labu (65 jiwa), Tanjung Barat (567 jiwa), dan Lenteng Agung (86 jiwa).
Di Jakarta Barat pengungsi mencapai (2.426 jiwa) yang tersebar di Kedoya Selatan (24 jiwa), Wijaya Kusuma (510 jiwa), Kedaung Kaliangke (300 jiwa), dan Rawa Buaya (2.102 jiwa). Di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tidak ada pngungsian.
"Tinggi banjir bervariasi dari 10 cm hingga 3 meter. Di Kampung Melayu, Cawang, dan Bukit Duri tinggi banjir mencapai 2,5 meter," tambahnya.
Dia melanjutkan, BNPB, BPBD DKI Jakarta, Kementerian PU, Kemsos, Kemkes, Basarnas, TNI, Polri dan unsur lainnya bersama-sama memberikan bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena korban bencana.
(san)