Polisi kantongi identitas pelaku penodongan di angkot
Senin, 31 Desember 2012 - 12:31 WIB
Polisi kantongi identitas pelaku penodongan di angkot
A
A
A
Sindonews.com- Polisi sudah mengantongi identitas dua pelaku perampokan, yang terjadi di angkutan umum M6A, jurusan Kampung Melayu-Gandaria, yang terjadi Jumat lalu.
Akibat, dari aksi kawanan pelaku, korban Haerudin (42), salah seorang penumpang terpaksa melompat untuk menghindari pelaku, sehingga tewas.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, dari penyelidikan polisi sudah berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.
"Sudah ada gambaran ciri-cirinya. Kita kumpulkan, diamankan beberapa 'preman'. Jadi ada gambaran juga, nanti berlanjut terus makin terang gambarannya," ujarnya, di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/12/2012).
Perwira melati tiga ini mengungkapkan, pengamen yang sering turun naik angkot, kadang tidak menerima reksi yang baik dari penumpang sehingga akhirnya mereka betindak nekat.
"Jadi mereka ngamen, tapi pengamen tepuk tangan, kemudian sambil ngomong saya baru keluar dari penjara saya butuh makan karena reaksinya kurang akhirnya dia mengeluarkan pisau lipat. Yang ditodong panik dan loncat," terangnya.
Ia menambahkan kedua pelaku penodongan masih muda, sekitar 18 tahun dengan ciri-ciri berambut ikal dan berkulit hitam.
"Mereka masih muda, usia sekitar 18 tahun, dua-duanya berambut ikal dan berbadan hitam," kata Rikwanto.
Sementara ketiga korban bernama Rifki Firmansyah (17), M. Abduloh Azam (16) dan Muhammad Marfaiz Nurajri (17). Mereka dilarikan ke Rumah Sakit UKI, Jakarta untuk diberikan pertolongan karena lukanya
Berdasarkan keterangan korban yang selamat, ciri-ciri pelaku sudah dikantongi dan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap kawanan pelaku.
Akibat, dari aksi kawanan pelaku, korban Haerudin (42), salah seorang penumpang terpaksa melompat untuk menghindari pelaku, sehingga tewas.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, dari penyelidikan polisi sudah berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.
"Sudah ada gambaran ciri-cirinya. Kita kumpulkan, diamankan beberapa 'preman'. Jadi ada gambaran juga, nanti berlanjut terus makin terang gambarannya," ujarnya, di Mapolda Metro Jaya, Senin (31/12/2012).
Perwira melati tiga ini mengungkapkan, pengamen yang sering turun naik angkot, kadang tidak menerima reksi yang baik dari penumpang sehingga akhirnya mereka betindak nekat.
"Jadi mereka ngamen, tapi pengamen tepuk tangan, kemudian sambil ngomong saya baru keluar dari penjara saya butuh makan karena reaksinya kurang akhirnya dia mengeluarkan pisau lipat. Yang ditodong panik dan loncat," terangnya.
Ia menambahkan kedua pelaku penodongan masih muda, sekitar 18 tahun dengan ciri-ciri berambut ikal dan berkulit hitam.
"Mereka masih muda, usia sekitar 18 tahun, dua-duanya berambut ikal dan berbadan hitam," kata Rikwanto.
Sementara ketiga korban bernama Rifki Firmansyah (17), M. Abduloh Azam (16) dan Muhammad Marfaiz Nurajri (17). Mereka dilarikan ke Rumah Sakit UKI, Jakarta untuk diberikan pertolongan karena lukanya
Berdasarkan keterangan korban yang selamat, ciri-ciri pelaku sudah dikantongi dan petugas sedang melakukan pengejaran terhadap kawanan pelaku.
(stb)