Aksi kejahatan di Jateng meningkat
Jum'at, 28 Desember 2012 - 13:57 WIB
Aksi kejahatan di Jateng meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Sepanjang tahun 2012, aksi kriminalitas di Jawa Tengah mengalami peningkatan 1,7 persen dari tahun sebelumnya, Tahun 2011 terjadi 6.994 kasus kejahatan sedangkan tahun 2012 mencapai 7.113 kasus.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Kapolda Jateng), Irjen Pol Didiek Sutomo Triwododo merilis laporan akhir tahun. Dari data yang dilansir Polda Jawa Tengah, diketahui ada peningkatan gangguan terhadap ketentraman dan ketertiban.
Data menunjukkan di tahun 2012 terjadi 7.113 kasus. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 6.994 kasus. Angka ini terhitung naik 1,7 persen. Polda juga mencatat ada kenaikan jumlah bencana yang terjadi sebesar 31 persen, dari 281 kejadian di 2011 menjadi 368 kejadian di 2012.
Sementara kriminalitas atau kejahatan pada 2012 ini tercatat ada 17.650 kasus, menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat 19.662 kasus. Angka pelanggaran hukum atau tindak pidana ringan di tahun ini juga mengalami penurunan. Dari 4.016 di tahun 2011, menurun menjadi 3.346 di tahun 2012.
“Memang bencana alam bukan kewenangan kami, secara umum gangguan–gangguan itu termasuk dalam gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), jika ditotal memang mengalami penurunan,” terang Didiek di Mapolda Jateng, Jumat (28/12/2012).
Terkait kriminalitas di tahun 2012 ini, Didiek mengatakan berdasarkan perhitungan pihaknya, tiap 49 dari 100 ribu orang di Jawa Tengah terkena resiko kejahatan. Jika dihitung dalam satuan waktu, Didiek mengatakan tiap 27 menit 20 detik terjadi kejahatan di Jawa Tengah.
Direktur Rerserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Bambang Rudi Pratiknyo, mengatakan tidak semua kejadian yang tercatat dapat seluruhnya diselesaikan.
“Untuk kasus–kasus yang kami tangani dan belum terungkap tentu masih kami tindaklanjuti, misalnya saja kejadian menonjol perampokan uang ATM BCA di Semarang senilai sekitar Rp2,5 miliar pada awal tahun ini, kami masih terus melakukan penyelidikan,” timpalnya.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Kapolda Jateng), Irjen Pol Didiek Sutomo Triwododo merilis laporan akhir tahun. Dari data yang dilansir Polda Jawa Tengah, diketahui ada peningkatan gangguan terhadap ketentraman dan ketertiban.
Data menunjukkan di tahun 2012 terjadi 7.113 kasus. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 6.994 kasus. Angka ini terhitung naik 1,7 persen. Polda juga mencatat ada kenaikan jumlah bencana yang terjadi sebesar 31 persen, dari 281 kejadian di 2011 menjadi 368 kejadian di 2012.
Sementara kriminalitas atau kejahatan pada 2012 ini tercatat ada 17.650 kasus, menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat 19.662 kasus. Angka pelanggaran hukum atau tindak pidana ringan di tahun ini juga mengalami penurunan. Dari 4.016 di tahun 2011, menurun menjadi 3.346 di tahun 2012.
“Memang bencana alam bukan kewenangan kami, secara umum gangguan–gangguan itu termasuk dalam gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), jika ditotal memang mengalami penurunan,” terang Didiek di Mapolda Jateng, Jumat (28/12/2012).
Terkait kriminalitas di tahun 2012 ini, Didiek mengatakan berdasarkan perhitungan pihaknya, tiap 49 dari 100 ribu orang di Jawa Tengah terkena resiko kejahatan. Jika dihitung dalam satuan waktu, Didiek mengatakan tiap 27 menit 20 detik terjadi kejahatan di Jawa Tengah.
Direktur Rerserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Bambang Rudi Pratiknyo, mengatakan tidak semua kejadian yang tercatat dapat seluruhnya diselesaikan.
“Untuk kasus–kasus yang kami tangani dan belum terungkap tentu masih kami tindaklanjuti, misalnya saja kejadian menonjol perampokan uang ATM BCA di Semarang senilai sekitar Rp2,5 miliar pada awal tahun ini, kami masih terus melakukan penyelidikan,” timpalnya.
(ysw)