Diterjang lahar dingin, sabo dam ambrol
Kamis, 27 Desember 2012 - 00:07 WIB
Diterjang lahar dingin, sabo dam ambrol
A
A
A
Sindonews.com - Akibat terjangan lahar dingin, sebuah sabo dam di PUD 5 Jurangjero, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah ambrol. TIdak hanya itu, beberapa bangunan dam di kawasan lain juga mengalami kerusakan.
Dari pengamatan di lapangan, beberapa bangunan dam Kali Senowo di kecamatan Dukun maupun di alur Kali Putih di kecamatan Srumbung kini sudah dipenuhi material pasir dan batu-batu berukuran besar.
Di bagian hulu Kali Putih di lokasi proyek dam PUD 5 Jurangjero, Srumbung, terjangan lahar dingin sempat menggerus dinding bangunan sabo.
Kondisi yang cukup parah terajdi di titik PUD 1 Dusun Salamsari, karena terjangan banjir lahar dingin mematahkan bangunan dam sekira 15 meter.
"Yang ambrol itu sub dam 2, hanya untuk pengaman dam utama. Meski ambrol, ngga pengaruh ke yang lain," kata Pelaksana Proyek dari PT Waskita Karya, Hariwanto, saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (26/12/2012).
Sementara itu, Haryanto (45), warga dusun Salamsari mengatakan, lahar dingin kemarin (Selasa, 25 Desember 2012) belum sampai meluap ke pemukiman.
"Saya tidak terlalu takut, tapi tetap waspada. Karena banjir kali ini masih bisa tertampung di sabo dam yang ada," ujarnya.
Selain itu, informasi mengenai bahaya banjir dapat diakses dengan mudah melalui alat yang tersedia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Eko Triyono, meminta semua warga mewaspadai kemungkinan datangnya banjir lahar dingin. Menurutnya, saat ini badan sejumlah sungai yang berhulu di Merapi sudah penuh dengan material pasir dan batu. Luncuran lahar dingin selanjutnya bakal lebih leluasa bergerak ke hilir.
"Kemarin itu kepala banjir cukup lama sampai bawah karena dia ngisi dulu ruang kosong dari kantong lahar yang ada. Baru setelah itu dia turun. Dalam beberapa menit saja, cekdam yang semula kosong langsung penuh. Kalau banjir lagi, ya sudah, tinggal meluncur saja," paparnya.
Meski banjir lahar dingin Selasa kemarin tidak menimbulkan kerusakan infrastruktur yang berarti, pihaknya menengarai 3 buah jembatan sesek yang terbuat dari bambu dan kayu di Tlatar (Sawangan), Ngrajek (Muntilan), dan Seloboro (Salam) hanyut.
Jembatan tersebut digunakan warga untuk jalur alternatif antar wilayah. Selain itu, beberapa tanggul penahan alur lahar di beberapa titik juga mengalami pendangkalan.
“Lahar dingin juga mengakibatkan molen duduk dan genset
9000 VA milik rekanan saat membangun cekdam di PUD 4 Jurang Jero, Srumbung ikut terhanyut,” tandasnya.
Dari pengamatan di lapangan, beberapa bangunan dam Kali Senowo di kecamatan Dukun maupun di alur Kali Putih di kecamatan Srumbung kini sudah dipenuhi material pasir dan batu-batu berukuran besar.
Di bagian hulu Kali Putih di lokasi proyek dam PUD 5 Jurangjero, Srumbung, terjangan lahar dingin sempat menggerus dinding bangunan sabo.
Kondisi yang cukup parah terajdi di titik PUD 1 Dusun Salamsari, karena terjangan banjir lahar dingin mematahkan bangunan dam sekira 15 meter.
"Yang ambrol itu sub dam 2, hanya untuk pengaman dam utama. Meski ambrol, ngga pengaruh ke yang lain," kata Pelaksana Proyek dari PT Waskita Karya, Hariwanto, saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (26/12/2012).
Sementara itu, Haryanto (45), warga dusun Salamsari mengatakan, lahar dingin kemarin (Selasa, 25 Desember 2012) belum sampai meluap ke pemukiman.
"Saya tidak terlalu takut, tapi tetap waspada. Karena banjir kali ini masih bisa tertampung di sabo dam yang ada," ujarnya.
Selain itu, informasi mengenai bahaya banjir dapat diakses dengan mudah melalui alat yang tersedia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Eko Triyono, meminta semua warga mewaspadai kemungkinan datangnya banjir lahar dingin. Menurutnya, saat ini badan sejumlah sungai yang berhulu di Merapi sudah penuh dengan material pasir dan batu. Luncuran lahar dingin selanjutnya bakal lebih leluasa bergerak ke hilir.
"Kemarin itu kepala banjir cukup lama sampai bawah karena dia ngisi dulu ruang kosong dari kantong lahar yang ada. Baru setelah itu dia turun. Dalam beberapa menit saja, cekdam yang semula kosong langsung penuh. Kalau banjir lagi, ya sudah, tinggal meluncur saja," paparnya.
Meski banjir lahar dingin Selasa kemarin tidak menimbulkan kerusakan infrastruktur yang berarti, pihaknya menengarai 3 buah jembatan sesek yang terbuat dari bambu dan kayu di Tlatar (Sawangan), Ngrajek (Muntilan), dan Seloboro (Salam) hanyut.
Jembatan tersebut digunakan warga untuk jalur alternatif antar wilayah. Selain itu, beberapa tanggul penahan alur lahar di beberapa titik juga mengalami pendangkalan.
“Lahar dingin juga mengakibatkan molen duduk dan genset
9000 VA milik rekanan saat membangun cekdam di PUD 4 Jurang Jero, Srumbung ikut terhanyut,” tandasnya.
(ysw)