Supply listrik Soetta normal saat UPS terbakar

Selasa, 25 Desember 2012 - 06:56 WIB
Supply listrik Soetta...
Supply listrik Soetta normal saat UPS terbakar
A A A
Sindonews.com - Supply listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, saat UPS 1 terbakar, pada Minggu 16 Desember 2012, ternyata normal. Hal itu terungkap berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Saat kejadian, supply listrik ke area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dalam kondisi normal," ujar Ketua Tim Terpadu Tatang Kurniadi dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (25/12/2012).

Diterangkan dia, supply listrik tersebut dipasok dari feeder JIAC II travo 2 Gardu Induk (GI) Cengkareng. Kapasitas travo 60 MVA. Back-up supply ke bandara yaitu feeder JIAC I GI Cengkareng, feeder JIAC III GI Teluk Naga dan feeder JIAC IV GI Tangerang dengan kapasitas travo masing-masing 60 MVA.

"Supply pasokan ke GI Cengkareng (feeder JIAC I dan II) dipasok dari sistem Muara Karang, GI Teluk Naga ( feeder JIAC III) dipasok dari sub-sistem Lontar dan GI Tangerang (Feeder JIAC IV) dipasok dari sub-sistem Kembangan," terangnya.

Dia melanjutkan, secara keseluruhan pasokan listrik ke Bandar Soetta dinyatakan aman. Apabila terjadi gangguan pada feeder utama akan beralih ke feeder cadangan secara otomatis dengan 3 (tiga) feeder cadangan sebagai contigency plan.

"KNKT bersama tim terpadu akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap terbakarnya kapasitor UPS I setelah proses klaim terhadap asuransi selesai," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu 16 Desember 2012, sekira pukul 16.55 WIB, UTC sistem pemanduan lalu lintas penerbangan di Bandara Soetta mengalami gangguan terputusnya aliran listrik ke Main Distribution Panel Menara Pengatur Lalu lintas Penerbangan.

Gangguan itu mengakibatkan sebagian Sistem Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS) tidak dapat menampilkan data penerbangan yang berupa target pesawat maupun informasi flight plan.

Untuk kepentingan safety, pemanduan dilakukan dengan prosedural control (non radar), seperti menunda seluruh penerbangan yang akan berangkat dari Bandara Soetta yang berjumlah 21 pesawat, mendahulukan pesawat yang akan mendarat di Bandara Soetta yang berjumlah 18 pesawat dengan menambah jarak aman.

Penambahan jarak aman antara pesawat satu dengan lainnya itu, sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP). Sedangkan dua pesawat divert, satu pesawat return to base, dan 22 pesawat lainnya tertunda dari bandara keberangkatan.

Gangguan dapat diatasi pada pukul 17.10 WIB dengan melakukan bypass secara manual dari UPS I ke UPS II. Pada jam tersebut, pengecekan terhadap seluruh pesawat yang dipandu secara non radar dinyatakan aman.
(san)
Berita Terkait
Daftar Terbaru Bandara...
Daftar Terbaru Bandara Internasional di Indonesia: 17 Bandara Turun Kelas
Target Penyelesaian...
Target Penyelesaian Bandara Dhoho di Kediri pada Akhir Tahun 2023
Bikin Ngilu, Inilah...
Bikin Ngilu, Inilah 5 Bandara Paling Berbahaya di Dunia!
Warga Jogja Bakal Dapat...
Warga Jogja Bakal Dapat Kado HUT RI ke-76, Apa Itu?
Proyek Bandara Kediri...
Proyek Bandara Kediri Dimulai, Pemerintah Gandeng Gudang Garam
Berkat Digitalisasi,...
Berkat Digitalisasi, Bandara Soetta Naik Peringkat ke-35 Bandara Terbaik Dunia
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
25 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
50 menit yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
51 menit yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
1 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved