Citarum meluap, 40 ribu jiwa terkena banjir
Senin, 24 Desember 2012 - 16:37 WIB
Citarum meluap, 40 ribu jiwa terkena banjir
A
A
A
Sindonews.com - Meluapnya Sungai Citarum Hulu dan anak-anak sungainya telah menyebabkan banjir di 6 kecamatan di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Diketahui, banjir tersebut terjadi sejak Jumat 21 Desember 2012 lalu.
Menurut keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DR Sutopo Purwo Nugroho, kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Cileunyi dan Banjaran.
"Akibat banjir tersebut ada sekira 10.250 KK (40.000 jiwa) terkena banjir, pengungsi 369 KK (1.448 jiwa). Tidak ada korban hingga saat ini," jelas Sutopo dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Senin (24/12/2012).
Menurut Sutopo, banjir tersebut juga telah menyebabkan kemacetan total di wilayah Kecamatan Cileunyi, Rancaekek, Dayeuhkolot dan Banjaran.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar), lanjut Sutopo, adalah memberikan tempat evakuasi, dukungan logistik dan pangan kepada para korban.
"Kebutuhan mendesak adalah makanan siap saji dan peralatan evakuasi dikarenakan banyak yang rusak," jelasnya.
Sutopo menyebut, banjir di Citarum Hulu merupakan banjir rutin. Kerusakan DAS Citarum, sedimentasi sungai, sampah di sungai, dan berkembangnya permukiman di bantaran sungai, dianggap sebagai penyebab banjir tersebut.
Selain banjir, terdapat pula longsor di Kecamatan Cimenyan, dan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Akibat longsor tersebut, sembilan rumah rusak berat.
"Hingga saat ini Bupati Kabupaten Bandung merasa belum perlu mengeluarkan surat pernyataan darurat. BPBD Bandung dan dinas terkait masih mampu mengatasi bencana dengan mengerahkan sumber daya yang dimilikinya," jelas Sutopo.
Selain itu, sebagian masyarakat juga merasa sudah terbiasa dengan banjir yang hampir menjadi langganan mereka setiap setahun sekali.
"Sebagian masyarakat telah beradaptasi dengan bencana, yaitu dengan membangun rumah tingkat dan melakukan evakuasi mandiri saat terjadi banjir," lanjutnya.
Menurut keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DR Sutopo Purwo Nugroho, kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Cileunyi dan Banjaran.
"Akibat banjir tersebut ada sekira 10.250 KK (40.000 jiwa) terkena banjir, pengungsi 369 KK (1.448 jiwa). Tidak ada korban hingga saat ini," jelas Sutopo dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Senin (24/12/2012).
Menurut Sutopo, banjir tersebut juga telah menyebabkan kemacetan total di wilayah Kecamatan Cileunyi, Rancaekek, Dayeuhkolot dan Banjaran.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar), lanjut Sutopo, adalah memberikan tempat evakuasi, dukungan logistik dan pangan kepada para korban.
"Kebutuhan mendesak adalah makanan siap saji dan peralatan evakuasi dikarenakan banyak yang rusak," jelasnya.
Sutopo menyebut, banjir di Citarum Hulu merupakan banjir rutin. Kerusakan DAS Citarum, sedimentasi sungai, sampah di sungai, dan berkembangnya permukiman di bantaran sungai, dianggap sebagai penyebab banjir tersebut.
Selain banjir, terdapat pula longsor di Kecamatan Cimenyan, dan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Akibat longsor tersebut, sembilan rumah rusak berat.
"Hingga saat ini Bupati Kabupaten Bandung merasa belum perlu mengeluarkan surat pernyataan darurat. BPBD Bandung dan dinas terkait masih mampu mengatasi bencana dengan mengerahkan sumber daya yang dimilikinya," jelas Sutopo.
Selain itu, sebagian masyarakat juga merasa sudah terbiasa dengan banjir yang hampir menjadi langganan mereka setiap setahun sekali.
"Sebagian masyarakat telah beradaptasi dengan bencana, yaitu dengan membangun rumah tingkat dan melakukan evakuasi mandiri saat terjadi banjir," lanjutnya.
(rsa)