Sampah menumpuk, warga segel TPS Kemiri

Minggu, 23 Desember 2012 - 10:54 WIB
Sampah menumpuk, warga...
Sampah menumpuk, warga segel TPS Kemiri
A A A
Sindonews.com - Warga Desa Kemiri, Sidoarjo, Jawa Timur menyegel TPS (Tempat Penampungan Sementara) Sampah. Mereka kesal karena sampah sudah menumpuk namun tidak juga diangkut.

Areal TPS yang berada di dekat perumahan itu dipasang garis kuning (police line). Sehingga, tukang sampah tidak berani membuang sampah.
"TPS kami segel. Sampah kok menggunung begini," ujar H. Mursidi, salah satu warga Kemiri, Minggu (23/12/2012).

Menurut Mursidi, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sudah keterlaluan. Sampah menggunung tak juga diangkut. Bahkan sampah dibiarkan menumpuk di luar bak penampungan sampah.

Warga sebenarnya sudah lama mengeluhkan keberadaan TPS yang berada di dekat perumahan tersebut. Namun, sudah berkali-kali mengadu ke DKP tak digubris.

Bukan hanya itu, TPS Kemiri bukan hanya digunakan untuk menampung sampah warga sekitar. Sampah dari Kecamatan Gedangan, Sukodono dan lainnya juga dibuang ke TPS yang menempati lahan pengairan tersebut.

Warga semakin marah ketika tahu jika sampah dari restoran juga dibuang di TPS itu. Padahal sesuai Perda Pengelolaan Sampah, tempat usaha yang menghasilkan sampah diatas tiga meterkubik harus membuang sampah langsung ke TPA.

Kenyataannya malam hari banyak sampah dari restoran di buang di TPS Kemiri. Seperti yang dilakukan Jazila, warga Sono, Kecamatan Buduran. Dia membuang sampah dari Restoran Joyo, Qendi, Handayani dan Cianjur ke TPS Kemiri.

Bahkan, sampah dari RM Cianjur Tempoe Doeloe yang ada di Kecamatan Gedangan juga dibuang di TPS Kemiri.

"Bu Sila (Jazila,red) kalau buang sampah kesini malam hari. Saat ditegur katanya sudah bayar," ujar salah satu tukang sampah yang saat penyegelan berada di lokasi.

Bukan hanya Jazila yang menjadi pengepul sampah beberapa restoran. Ada juga pengepul sampah restoran yang membuang sampah ke TPS Kemiri.

Saat SINDO memantau langsung TPS tersebut semalam, beberapa pikup hilir mudik membuang sampah di TPS Kemiri. Mereka membuang sampah mulai pukul 22.00 WIB sampai menjelang subuh.

Pengepul sampah restoran itu saat ditanya mengaku sudah membayar. Saat ditanya membayar kepada siapa? mereka menjawab tidak tahu karena yang membayar bos mereka.

Kepala Desa Kemiri Novi Ariwibowo sebenarnya sudah mengusulkan agar TPS Kemiri dipindah. Bahkan, Kades yang akrap disapa Gatot itu menyodorkan lahan yang ada di kawasan Jalan Lingkar Timur.

"Sampai sekarang belum juga direspon oleh Pemkab. Padahal warga sering mengelukan keberadaan TPS itu," papar Novi di kantor Desa Kemiri, Minggu (23/12/2012).

Awal mula berdirinya TPS Kemiri hanya untuk menampung sampah dari lingkungan sekitar. Namun oleh DKP semakin diperlebar. Bahkan, kini dibuat lebih dari empat tempat penampungan dengan luas lahan lebih dari 250 meter persegi.

Kemarahan warga bukan hanya karena bau yang menyengat yang tercium sampah ke kawasan perumahan. Namun, sampah juga beterbangan ke jalan dan air sampah becek. "Kalau hujan, sudah becek juga bau," ujar Dina, warga Kemiri.

Bukan hanya itu, rembesan air sampah diduga mencemari sumur warga. Sebab, sejak musim hujan tiba air sumur warga baunya tidak enak.

"Kalau pengelolaan sampah masih seperti ini, kita akan menutup paksa TPS Kemiri," pungkas Mursidi.

Kepala DKP Sidoarjo, HM. Syafiq saat dikonfirmasi mengaku belum tahu jika TPS Kemiri disegel warga. "Coba saya cek dulu mas. Gimana sebenarnya," tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebersihan DKP, Widyantoro Basuki mengatakan jika menumpuknya sampah di TPS Kemiri karena banyaknya sampah-sampah liar. Seperti sampah dari restoran, pabrik dan usaha lainnya.

Widyantoro mengaku pihaknya sudah memperingatkan pengepul sampah restoran, pabrik dan usaha lainnya agar tidak membuang sampah ke TPS Kemiri.

"Mereka bandel, main kucing kucingan sama petugas," ujarnya.

Terkait menumpuknya sampah, Wiwit mengaku hari ini juga akan diangkut dan dibersihkan. Dia masih minta izin warga untuk membuka tali segel yang dipasang sebagai garis batas areal sampah itu.
(ysw)
Berita Terkait
Pengolahan Sampah dan...
Pengolahan Sampah dan Rendahnya Kesadaran Jadi Masalah Serius
Rayakan HPSN, Kemkominfo...
Rayakan HPSN, Kemkominfo Ajak Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sampah Elektronik di...
Sampah Elektronik di Indonesia Diprediksi Tembus 4,4 Juta Ton, Begini Cara Mengatasinya
Horor! 100 Ton Sampah...
Horor! 100 Ton Sampah Menumpuk di Kali Jambe Bekasi
Saset Jadi Penyumbang...
Saset Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Indonesia
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Berita Terkini
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
34 menit yang lalu
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
1 jam yang lalu
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
1 jam yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
12 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
12 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
13 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved