Hujan datang, Jakarta berantakan!
Minggu, 23 Desember 2012 - 08:00 WIB
Hujan datang, Jakarta berantakan!
A
A
A
Sindonews.com - Banjir merupakan salah satu masalah Jakarta yang dinilai hingga saat ini belum ditemukan solusinya oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Akibatnya, jika diguyur hujan dalam beberapa jam saja, Jakarta akan tergenangi banjir dan akan lumpuh dengan kemacetan yang panjang.
Hal itu dikatakan Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna. Menurutnya, banjir yang terjadi di Jakarta selain dari faktor alam dan kondisi geografis Jakarta, faktor pengaturan tata ruangnya juga dinilai sangat lemah. Sehingga berakibat banjir kian parah.
"Jakarta ini tata ruangnya berantakan. Padahal rencana tata ruang wilayah sudah dibahas oleh DPR," kata Yayat kepada Sindonews, Minggu (23/12/2012).
Dia juga menyebut sistem drainase yang dibangun di Ibukota Negara ini sangat buruk. Ditambah dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang minim. Hal itu menurutnya belum ditambah dengan sistem manajemen transportasi yang turut pula buruk.
"Tak pelak jika terjadi genangan banjir, sistem transportasi di Jakarta akan lumpuh dan terjadi kemacetan total," jelasnya.
Dia juga mengkritik prilaku egoisme dalam membuat perencanaan tata ruang di Jakarta. Dia menyebut simpul-simpul jalan yang banyak, lampu merah yang terlalu banyak, tentunya akan menghambat arus lalulintas Jakarta.
"Politik tata ruang di Jakarta ini tidak berjalan karena ada disfungsi negara. Ini terjadi di level nasional dan juga di level daerah. Untuk masalah banjir dan macet Jakarta ini kan butuh kerja sama pemerintah daerah dan pemerintah pusat," ujar Yayat.
Menurutnya, jika itu tak segera dibenahi, maka Jakarta tak perlu berharap akan terbebas dari banjir dan kemacetan.
Hal itu dikatakan Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna. Menurutnya, banjir yang terjadi di Jakarta selain dari faktor alam dan kondisi geografis Jakarta, faktor pengaturan tata ruangnya juga dinilai sangat lemah. Sehingga berakibat banjir kian parah.
"Jakarta ini tata ruangnya berantakan. Padahal rencana tata ruang wilayah sudah dibahas oleh DPR," kata Yayat kepada Sindonews, Minggu (23/12/2012).
Dia juga menyebut sistem drainase yang dibangun di Ibukota Negara ini sangat buruk. Ditambah dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang minim. Hal itu menurutnya belum ditambah dengan sistem manajemen transportasi yang turut pula buruk.
"Tak pelak jika terjadi genangan banjir, sistem transportasi di Jakarta akan lumpuh dan terjadi kemacetan total," jelasnya.
Dia juga mengkritik prilaku egoisme dalam membuat perencanaan tata ruang di Jakarta. Dia menyebut simpul-simpul jalan yang banyak, lampu merah yang terlalu banyak, tentunya akan menghambat arus lalulintas Jakarta.
"Politik tata ruang di Jakarta ini tidak berjalan karena ada disfungsi negara. Ini terjadi di level nasional dan juga di level daerah. Untuk masalah banjir dan macet Jakarta ini kan butuh kerja sama pemerintah daerah dan pemerintah pusat," ujar Yayat.
Menurutnya, jika itu tak segera dibenahi, maka Jakarta tak perlu berharap akan terbebas dari banjir dan kemacetan.
(rsa)