40 polisi gendut jalani penurunan berat badan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 18:29 WIB
40 polisi gendut jalani penurunan berat badan
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 40 anggota Kepolisian Daerah Jawa Tengah diwajibkan menjalani program penurunan berat badan. Selain tidak ideal untuk kinerja, kelebihan berat badan bagi seorang polisi dianggap merusak penampilan.
Puluhan anggota itu terlihat mengikuti serangkaian program penurunan berat badan yang diselenggarakan institusi. Program itu beragam, mulai dari lari-lari keliling lapangan Mapolda Jawa Tengah, olahraga, sit up dan push up, hingga cek kesehatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono, merinci 40 anggota itu terbagi atas delapan Perwira Menengah, delapan Perwira Pertama, 13 Brigadir dan 11 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri.
"Ini memang program kami, dengan berat badan yang tidak ideal maka otomatis pelayanan kepada masyarakat dan kinerjanya tidak akan maksimal, di samping merusak penampilan," ungkap Djihartono, di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (14/12/2012).
Program penurunan berat badan tersebut, lanjut Djihartono, akan dilakukan secara rutin. Mereka yang mengikuti program itu juga diberikan konsultasi dengan dokter di bidang kesehatan untuk mendapatkan pengetahuan menjaga pola makan.
"Ada petugas yang mencatat bagaimana perkembangan masing-masing," lanjutnya.
Djihartono mengatakan, mereka yang diwajibkan mengikuti program itu memang memiliki berat badan yang tidak ideal, antara tinggi badan dan berat badan dihitung.
"Rata-rata personel laki-laki itu beratnya di atas 80 kg tidak ideal dengan tinggi badannya," terangnya.
Terpisah, Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Jawa Tengah Untung Budiarso menyambut baik langkah seperti itu.
"Idealnya memang fisik anggota Polri harus bagus, berimbang antara berat badan dan tingginya, kalau tidak ideal tidak akan lincah di lapangan, selain itu diharapkan pelayanan masyarakat juga terus ditingkatkan," timpalnya.
Puluhan anggota itu terlihat mengikuti serangkaian program penurunan berat badan yang diselenggarakan institusi. Program itu beragam, mulai dari lari-lari keliling lapangan Mapolda Jawa Tengah, olahraga, sit up dan push up, hingga cek kesehatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono, merinci 40 anggota itu terbagi atas delapan Perwira Menengah, delapan Perwira Pertama, 13 Brigadir dan 11 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri.
"Ini memang program kami, dengan berat badan yang tidak ideal maka otomatis pelayanan kepada masyarakat dan kinerjanya tidak akan maksimal, di samping merusak penampilan," ungkap Djihartono, di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (14/12/2012).
Program penurunan berat badan tersebut, lanjut Djihartono, akan dilakukan secara rutin. Mereka yang mengikuti program itu juga diberikan konsultasi dengan dokter di bidang kesehatan untuk mendapatkan pengetahuan menjaga pola makan.
"Ada petugas yang mencatat bagaimana perkembangan masing-masing," lanjutnya.
Djihartono mengatakan, mereka yang diwajibkan mengikuti program itu memang memiliki berat badan yang tidak ideal, antara tinggi badan dan berat badan dihitung.
"Rata-rata personel laki-laki itu beratnya di atas 80 kg tidak ideal dengan tinggi badannya," terangnya.
Terpisah, Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Jawa Tengah Untung Budiarso menyambut baik langkah seperti itu.
"Idealnya memang fisik anggota Polri harus bagus, berimbang antara berat badan dan tingginya, kalau tidak ideal tidak akan lincah di lapangan, selain itu diharapkan pelayanan masyarakat juga terus ditingkatkan," timpalnya.
(rsa)