Ibu-ibu adukan pejabat poligami ke Kemendagri
Kamis, 13 Desember 2012 - 21:10 WIB
Ibu-ibu adukan pejabat poligami ke Kemendagri
A
A
A
Sindonews.com – Persoalan poligami memang sensitif bagi kaum perempuan. Pasalnya, mereka tidak mau diduakan dalam berumah tangga. Maka itu terungkapnya ke publik para pejabat yang melakukan poligami, mendapat kritikan dari kaum perempuan.
Kementarian dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Pusat menjadi sasaran aksi unjuk rasa para ibu-ibu yang menentang poligami tersebut. Dalam kesempatan itu, para ibu-ibu mengadukan tindakan Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy yang diduga melakukan poligami.
“Poligami salah satu perbuatan yang membuat Kotor Kota Bekasi. Maka itu, kami tidak setuju wali kota kami berpoligami," ucap koordinator demo Halimatusadiah, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Dalam aksi itu, mereka membawa berbagai alat peraga, mulai dari bra warna krem dan hitam yang acungkan ke atas. Dalam aksinya itu mereka melakukan atraksi yang menggambarkan seorang pria menikahi banyak perempuan.
Mereka mempertontonkan tujuh orang wanita yang diikat dengan tali. Masing-masing perempuan itu, mengenakan guntingan kardus yang bertuliskan masing-masing “istri pertama hingga ke tujuh”. Sementara itu, tampak juga ada seorang pria yang mengenakan guntingan kardus bertuliskan “Wali Kota Bekasi”.
Jerih payah para ibu-ibu ini rupanya tidak sia-sia. Mereka mengaku sempat diterima oleh pihak Kemendagri untuk menyampaikan asiprasi tersebut. Bahkan, pihak Kemendagri berjanji akan mengecek kebenaran yang disampaikan para ibu-ibu tersebut.
“Mereka katanya mau ninjau. Kalau memang melanggar aturan, mau diberi sanksi,” pungkasnya.
Kementarian dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Pusat menjadi sasaran aksi unjuk rasa para ibu-ibu yang menentang poligami tersebut. Dalam kesempatan itu, para ibu-ibu mengadukan tindakan Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy yang diduga melakukan poligami.
“Poligami salah satu perbuatan yang membuat Kotor Kota Bekasi. Maka itu, kami tidak setuju wali kota kami berpoligami," ucap koordinator demo Halimatusadiah, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Dalam aksi itu, mereka membawa berbagai alat peraga, mulai dari bra warna krem dan hitam yang acungkan ke atas. Dalam aksinya itu mereka melakukan atraksi yang menggambarkan seorang pria menikahi banyak perempuan.
Mereka mempertontonkan tujuh orang wanita yang diikat dengan tali. Masing-masing perempuan itu, mengenakan guntingan kardus yang bertuliskan masing-masing “istri pertama hingga ke tujuh”. Sementara itu, tampak juga ada seorang pria yang mengenakan guntingan kardus bertuliskan “Wali Kota Bekasi”.
Jerih payah para ibu-ibu ini rupanya tidak sia-sia. Mereka mengaku sempat diterima oleh pihak Kemendagri untuk menyampaikan asiprasi tersebut. Bahkan, pihak Kemendagri berjanji akan mengecek kebenaran yang disampaikan para ibu-ibu tersebut.
“Mereka katanya mau ninjau. Kalau memang melanggar aturan, mau diberi sanksi,” pungkasnya.
(kur)