Hadapi bencana, BPBD siapkan tim khusus
Rabu, 12 Desember 2012 - 20:07 WIB
Hadapi bencana, BPBD siapkan tim khusus
A
A
A
Sindonews.com - Musim hujan sudah mulai merata di hampir seluruh kawasan Kabupaten Majalengka. Imbasnya, potensi bencana setiap saat mengancam seluruh kawasan Kabupaten Majalengka, mulai dari bencana longsor, angin puting beliung hingga bencana banjir.
Sebagai persiapan terkait ancaman bencana pada musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah melakukan berbagai persiapan sejaka ebberapa bulan lalu. Persiapan tersebut, diantaranya membentuk tim reaksi cepat yang berasal dari 26 kecamatan se-Kabupaten Majalengka.
“Kita telah membentuk tim sebanyak 26 orang yang direkrut dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka. Meraka sudah sudah dibekali dengan berbagai pelatihan, baik teori maupun praktik, dalam hal ini simulasi,” kata Kepala pelaskana BPBD Kabupaten Majalengka, Bayu Jaya, Rabu (12/12/2012).
Selain membentuk tim, jelas dia, beberapa sarana pun telah dipersiapkan guna mengantisipasi kondisi terburuk ketika terjadi bencana. sarana tersebut, diantranya dapur umum, tenda pengungsi, alas tidur, selimut, serta logisktik dan kebutuhan lainnya yang diperuntukan bagi korban bencana.
“Dengan persiapan tersebut, diharapkan ketika nantinya terjadi bencana, bisa meminimlisir dampak negatif dari bencana itu,” ungkap dia.
Selain itu, lanjut dia, jalur koordinasi lintas sektoral bersama instansi lain, termasuk TNI dan Tagana juga mulai diintensifkan.
Sedangkan, untuk upaya pencegahan dan pemberian wawasan masyarakat agar bisa terlibat dalam proses tanggap bencana, dan evakuasi dini pascabencana, pihaknya sudah melakukan sosilasisasi kepada warga yang berada di daerah rawan bencana.
“Kami juga sudah memberikan imbauan kepada masyarkat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di daerahnya masing-masing,” papar Bayu.
Sementara itu, berdasarkan catatan yang ada di BPBD, pada tahun 2011 lalu tercatat sebanyak 133 kasus bencana yang terjadi dengan kerugain materi mencapai angka Rp. 11.970.275.000.
Dari jumlah keseluruhan tersebut, bencana tanah longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi, yakni sebanyak 56 kejadian.
Sebagai persiapan terkait ancaman bencana pada musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah melakukan berbagai persiapan sejaka ebberapa bulan lalu. Persiapan tersebut, diantaranya membentuk tim reaksi cepat yang berasal dari 26 kecamatan se-Kabupaten Majalengka.
“Kita telah membentuk tim sebanyak 26 orang yang direkrut dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka. Meraka sudah sudah dibekali dengan berbagai pelatihan, baik teori maupun praktik, dalam hal ini simulasi,” kata Kepala pelaskana BPBD Kabupaten Majalengka, Bayu Jaya, Rabu (12/12/2012).
Selain membentuk tim, jelas dia, beberapa sarana pun telah dipersiapkan guna mengantisipasi kondisi terburuk ketika terjadi bencana. sarana tersebut, diantranya dapur umum, tenda pengungsi, alas tidur, selimut, serta logisktik dan kebutuhan lainnya yang diperuntukan bagi korban bencana.
“Dengan persiapan tersebut, diharapkan ketika nantinya terjadi bencana, bisa meminimlisir dampak negatif dari bencana itu,” ungkap dia.
Selain itu, lanjut dia, jalur koordinasi lintas sektoral bersama instansi lain, termasuk TNI dan Tagana juga mulai diintensifkan.
Sedangkan, untuk upaya pencegahan dan pemberian wawasan masyarakat agar bisa terlibat dalam proses tanggap bencana, dan evakuasi dini pascabencana, pihaknya sudah melakukan sosilasisasi kepada warga yang berada di daerah rawan bencana.
“Kami juga sudah memberikan imbauan kepada masyarkat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di daerahnya masing-masing,” papar Bayu.
Sementara itu, berdasarkan catatan yang ada di BPBD, pada tahun 2011 lalu tercatat sebanyak 133 kasus bencana yang terjadi dengan kerugain materi mencapai angka Rp. 11.970.275.000.
Dari jumlah keseluruhan tersebut, bencana tanah longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi, yakni sebanyak 56 kejadian.
(ysw)