Tawuran, Siswa SD dibawa ke Koramil
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:44 WIB
Tawuran, Siswa SD dibawa ke Koramil
A
A
A
Sindonews.com - 15 pelajar sekolah dasar (SD) tertangkap saat tawuran di Pintu Air Kemayoran, Jakarta Pusat. Kelima siswa yang tertangkap merupakan siswa kelas 6 di SDN 12 Serdang.
Para siswa ini terlibat tawuran dengan pelajar SDN 07 Serdang, yang sebenarnya berada satu komplek. Penyebabnya, lantaran siswa SDN 12 dilempari batu saat pulang sekolah menuju rumah mereka.
Kedua sekolah dasar ini tawuran dengan saling melempar batu dan memukul dengan kayu. Tapi tawuran tak berlangsung lama, karena guru dan warga lekas mengejar mereka dan menangkapnya, kemudian dibawa ke Koramil.
Kelimabelas pelajar itu, menangis begitu aparat Koramil berseragam loreng membentak-bentak mereka. Pantauan Sindonews.com, anak-anak SD tersebut di giring ke Koramil Kemayoran pukul 16.00, usai tertangkap tawuran.
Mereka datang dengan dibawa oleh salah seorang guru mereka, yang sudah tidak tahan dengan kenakalan anak didiknya. Mereka duduk bersila di halaman Koramil Kemayoran. Sedangkan Babinsa Kecamatan Serdang dari Koramil Kemayoran, Sersan Kepala Mustajab, beraksi memarah-marahi kelima belas anak itu.
Mustajab berteriak-teriak dan mengancam kelima belas anak itu ke penjara.
"Kalian ini buat onar terus, saya bawa ke Kedoya nanti," teriak Mustajab.
Bukan cuma itu, Mustajab juga mengancam akan menyuruh anak-anak itu berendam di kolam lele yang banyak lintahnya. Mendengar itu, seketika anak-anak itupun menangis meraung-raung.
Mereka tampak menutup mukanya dengan tas, dan ada pula yang menyembunyikan mata merahnya di balik tangannya. Akibatnya, warga yang melintas pun mengerumuni halaman depan Koramil Kemayoran dan ikut meneriaki pelajar tersebut.
Beberapa dari mereka juga mengambil foto pelajar yang sedang menangis itu.
"Bawa saja ke kantor polisi pak, biar pada dipenjara. Bikin masalah terus ini anak-anak," teriak seorang ibu.
Mustajab melanjutkan aksinya, dia menanyakan siapa yang mengajak mereka tawuran. Anak-anak itu kemudian terihat saling menyalahkan dan saling tunjuk, sambil meneteskan air mata.
Untuk tambah menakut-nakuti, Mustajab meminta seorang pegawai Kantor Kecamatan Kemayoran yang berada persis di samping Koramil Kemayoran untuk menggeser mobil Satpol PP, berlagak akan membawa anak-anak itu ke penjara.
"Itu mobilnya sudah siap, ayo naik sekarang," ucap Mustajab.
Sedangkan, Kepala Sekolah SDN 12 Serdang Jubaidah, mengatakan, dia khawatir dengan anak didiknya, lantaran sudah kerap berbuat onar. Apalagi, sekarang tengah memasuki musim ujian.
"Makanya, besok mau saya pertemukan dengan anak-anak SDN 07 Serdang. Kita satu komplek hanya beda lantai saja," ujar Jubaidah.
Para siswa ini terlibat tawuran dengan pelajar SDN 07 Serdang, yang sebenarnya berada satu komplek. Penyebabnya, lantaran siswa SDN 12 dilempari batu saat pulang sekolah menuju rumah mereka.
Kedua sekolah dasar ini tawuran dengan saling melempar batu dan memukul dengan kayu. Tapi tawuran tak berlangsung lama, karena guru dan warga lekas mengejar mereka dan menangkapnya, kemudian dibawa ke Koramil.
Kelimabelas pelajar itu, menangis begitu aparat Koramil berseragam loreng membentak-bentak mereka. Pantauan Sindonews.com, anak-anak SD tersebut di giring ke Koramil Kemayoran pukul 16.00, usai tertangkap tawuran.
Mereka datang dengan dibawa oleh salah seorang guru mereka, yang sudah tidak tahan dengan kenakalan anak didiknya. Mereka duduk bersila di halaman Koramil Kemayoran. Sedangkan Babinsa Kecamatan Serdang dari Koramil Kemayoran, Sersan Kepala Mustajab, beraksi memarah-marahi kelima belas anak itu.
Mustajab berteriak-teriak dan mengancam kelima belas anak itu ke penjara.
"Kalian ini buat onar terus, saya bawa ke Kedoya nanti," teriak Mustajab.
Bukan cuma itu, Mustajab juga mengancam akan menyuruh anak-anak itu berendam di kolam lele yang banyak lintahnya. Mendengar itu, seketika anak-anak itupun menangis meraung-raung.
Mereka tampak menutup mukanya dengan tas, dan ada pula yang menyembunyikan mata merahnya di balik tangannya. Akibatnya, warga yang melintas pun mengerumuni halaman depan Koramil Kemayoran dan ikut meneriaki pelajar tersebut.
Beberapa dari mereka juga mengambil foto pelajar yang sedang menangis itu.
"Bawa saja ke kantor polisi pak, biar pada dipenjara. Bikin masalah terus ini anak-anak," teriak seorang ibu.
Mustajab melanjutkan aksinya, dia menanyakan siapa yang mengajak mereka tawuran. Anak-anak itu kemudian terihat saling menyalahkan dan saling tunjuk, sambil meneteskan air mata.
Untuk tambah menakut-nakuti, Mustajab meminta seorang pegawai Kantor Kecamatan Kemayoran yang berada persis di samping Koramil Kemayoran untuk menggeser mobil Satpol PP, berlagak akan membawa anak-anak itu ke penjara.
"Itu mobilnya sudah siap, ayo naik sekarang," ucap Mustajab.
Sedangkan, Kepala Sekolah SDN 12 Serdang Jubaidah, mengatakan, dia khawatir dengan anak didiknya, lantaran sudah kerap berbuat onar. Apalagi, sekarang tengah memasuki musim ujian.
"Makanya, besok mau saya pertemukan dengan anak-anak SDN 07 Serdang. Kita satu komplek hanya beda lantai saja," ujar Jubaidah.
(stb)