Polisi prioritaskan atasi kejahatan di angkot
Rabu, 12 Desember 2012 - 12:39 WIB
Polisi prioritaskan atasi kejahatan di angkot
A
A
A
Sindonews.com - Kembali terjadinya kejahatan di angkotan umum (angkot) membuat banyak pihak khawatir, terutama bagi wanita yang menggunakan angkot. Fenomena ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pihak kepolisian, yang sudah menjadi tugasnya.
Pengamat transportasi Universitas Pancasila (UP) Edie Toet Hendratno mengatakan, sudah seharusnya kepolisian menjaga kemananan di tiap wilayahnya dengan melakukan patroli. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak kriminal, baik di angkot maupun di berbagai tempat.
"Polda Metro Jaya harus melakukan pengawasan di angkutan umum, itu tugas polisi untuk mengamankan, dimanapun berada. Jumlah personil juga harus ditambah, sampai masyarakat sudah merasa aman," kata Edie, saat dihubungi Sindonews, Rabu (12/12/12).
Lebih lanjut Rektor UP ini menjelaskan, kembali terulanganya kasus kejahatan di angkot. Aparat penegak hukum harus mulai melancarkan razia preman.
"Karena preman ini, merupakan bibit dari tindakan premanisme dan kriminalitas di dalam angkot," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa 11 November 2012, sekira pukul 22.00 WIB, Sofia Windasari menjadi sasaran kejahatan aksi kejahatan tiga preman di dalam angkot 129 jurusan Pasar Minggu-Mekarsari Cimanggis.
Kejadian berawal saat Sofia di dalam angkot seorang diri, duduk di bagian kursi belakang. Lalu saat melintas Jalan Akses Universitas Indonesia (UI), Kelapa Dua, ketiga preman itu naik. Mereka mengancam Sofia dengan mengungkapkan bahwa mereka pernah terlibat berbagai kasus kejahatan.
Kemudian pelaku menggeledah tas dan membentak Sofia. Setelah melihat tidak ada barang berharga di dalam tas korban, lalu pelaku meminta membuka cincin imitasi dan kalung perak yang dikenakan Sofia.
Pengamat transportasi Universitas Pancasila (UP) Edie Toet Hendratno mengatakan, sudah seharusnya kepolisian menjaga kemananan di tiap wilayahnya dengan melakukan patroli. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya tindak kriminal, baik di angkot maupun di berbagai tempat.
"Polda Metro Jaya harus melakukan pengawasan di angkutan umum, itu tugas polisi untuk mengamankan, dimanapun berada. Jumlah personil juga harus ditambah, sampai masyarakat sudah merasa aman," kata Edie, saat dihubungi Sindonews, Rabu (12/12/12).
Lebih lanjut Rektor UP ini menjelaskan, kembali terulanganya kasus kejahatan di angkot. Aparat penegak hukum harus mulai melancarkan razia preman.
"Karena preman ini, merupakan bibit dari tindakan premanisme dan kriminalitas di dalam angkot," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa 11 November 2012, sekira pukul 22.00 WIB, Sofia Windasari menjadi sasaran kejahatan aksi kejahatan tiga preman di dalam angkot 129 jurusan Pasar Minggu-Mekarsari Cimanggis.
Kejadian berawal saat Sofia di dalam angkot seorang diri, duduk di bagian kursi belakang. Lalu saat melintas Jalan Akses Universitas Indonesia (UI), Kelapa Dua, ketiga preman itu naik. Mereka mengancam Sofia dengan mengungkapkan bahwa mereka pernah terlibat berbagai kasus kejahatan.
Kemudian pelaku menggeledah tas dan membentak Sofia. Setelah melihat tidak ada barang berharga di dalam tas korban, lalu pelaku meminta membuka cincin imitasi dan kalung perak yang dikenakan Sofia.
(maf)