Modus baru pemerasan di bus
Sabtu, 08 Desember 2012 - 17:01 WIB
Modus baru pemerasan di bus
A
A
A
Sindonews.com – Berbagai cara pelaku kejahatan jalanan melancarkan aksinya. Salah satu modus operandinya dengan menuduh calon korban sebagai pencuri. Korban yang panik, biasanya langsung menyerahkan barang berharga kepada korban.
Hal itu diungkapkan Kapolsek Pasar Minggu Kompol Adri Desas Furyanto. Menurutnya, modus operandi seperti itu biasa digunakan oleh kawanan pelaku untuk menguras isi kantong korban. Seperti yang berhasil diungkap jajarannya, beberapa hari yang lalu.
Sedikitnya empat pelaku dengan inisial DA, TA, ES dan BS berhasil diamankan petugas Polsek Pasar Minggu. Keempat penjahat jalanan ini biasanya beraksi di Bus Koantas Bima 509 jurusan Kampung Rambutan–Lebak Bulus.
“Keempat pelaku diamankan ketika sedang menjalankan aksinya di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan,” ujar Kapolsek, Sabtu (8/12/2012).
Modus para pelaku dengan berpura-pura mengamendan menuduh calon korban jika telepon genggamnya hilang. Selain menuduh, pelaku juga memukuli korban sambil mengambil ponsel serta barang berharga lainnya milik korban.
"Korban sampai diturunkan dari bus dengan diseret. Sampai di bawah, korban masih dipukuli sambil berusaha mengambil dompet berisi uang Rp125 ribu milik korban." Ujarnya.
Perwira melati satu ini mengaku, petugas yang kebetulan berada di lokasi kejadian, berhasil meringkus kawanan pelaku.
“Empat pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti,” imbuhnya.
Hal itu diungkapkan Kapolsek Pasar Minggu Kompol Adri Desas Furyanto. Menurutnya, modus operandi seperti itu biasa digunakan oleh kawanan pelaku untuk menguras isi kantong korban. Seperti yang berhasil diungkap jajarannya, beberapa hari yang lalu.
Sedikitnya empat pelaku dengan inisial DA, TA, ES dan BS berhasil diamankan petugas Polsek Pasar Minggu. Keempat penjahat jalanan ini biasanya beraksi di Bus Koantas Bima 509 jurusan Kampung Rambutan–Lebak Bulus.
“Keempat pelaku diamankan ketika sedang menjalankan aksinya di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan,” ujar Kapolsek, Sabtu (8/12/2012).
Modus para pelaku dengan berpura-pura mengamendan menuduh calon korban jika telepon genggamnya hilang. Selain menuduh, pelaku juga memukuli korban sambil mengambil ponsel serta barang berharga lainnya milik korban.
"Korban sampai diturunkan dari bus dengan diseret. Sampai di bawah, korban masih dipukuli sambil berusaha mengambil dompet berisi uang Rp125 ribu milik korban." Ujarnya.
Perwira melati satu ini mengaku, petugas yang kebetulan berada di lokasi kejadian, berhasil meringkus kawanan pelaku.
“Empat pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti,” imbuhnya.
(stb)