Tertimpa truk, ibu & anak tewas bergandengan
Jum'at, 07 Desember 2012 - 17:13 WIB
Tertimpa truk, ibu & anak tewas bergandengan
A
A
A
Sindonews.com - Najwa Latifa (6), siswi TK Besar PGRI 115, Jalan Siliwangi, Kecamatan Tugu Semarang, tewas mengenaskan setelah tertimpa truk. Wawa, sapaan akrab Najwa, tewas dalam gandengan tangan sang ibu Sri Daryanti (42), yang juga ikut tewas pada insiden maut itu.
Ibu dan anak itu tewas pada kecelakaan yang terjadi di Jalan Walisongo km 9, Tugu Semarang, sekira pukul 09.00 WIB. Tubuh mereka luka parah setelah tertimpa truk nomor polisi L 8011 KA bermuatan air mineral kemasan botol seberat 5,5 ton. Truk itu terguling sesaat setelah mengindari korban saat menyeberang jalan.
Insiden itu terjadi di kawasan Zona Selamat Sekolah (ZSS), mengingat di seberang lokasi kejadian berdiri TK PGRI 115 tempat Wawa bersekolah. Satu kompleks dengan TK itu, berdiri pula SD N Tugurejo 1. Wajar jika di kawasan itu, sebagian jalanan dicat merah dan ditulisi Zona Selamat.
"Ibu dan anaknya itu lagi nyebrang, tiba-tiba ada truk dari arah timur ke barat oleng, menabrak tiang pengaman di kiri jalan sebelum akhirnya rubuh menimpa ibu dan anaknya itu. Anaknya masih pake baju sekolah," kata seorang saksi Susanto, di lokasi kejadian, Jumat (7/12/2012).
Susanto mengatakan, truk itu sempat membanting setir ke kiri, namun kedua korban tidak sempat menghindar saat truk itu akhirnya roboh. Mengetahui kejadian itu, warga sekitar spontan berlarian ke lokasi kejadian untuk memberi pertolongan.
"Warga berusaha mengangkat truk yang roboh, tapi berat, kemudian isinya dikeluarkan, terus dibantu juga diangkat menggunakan forklift, saat berhasil diangkat sudah meninggal," bebernya.
Sementara sopir truk Muhammad Nasichun (42), warga Pikatan, Desa Mudal, RT4/RW3, Temanggung, mengatakan, truknya sarat muatan dari Wonosobo dan akan dikirim ke Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang.
"Saya menghindari penyeberang, saat direm truknya malah roboh," ungkapnya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Faizal, mengatakan sopir truk itu akan ditetapkan menjadi tersangka.
"Sementara kami tahan untuk penyidikan, dia kurang waspada saat mengemudi, kondisinya fit, kendaraannya juga dalam kondisi baik, pengereman berfungsi," timpalnya.
Faizal juga mengatakan seharusnya pengemudi lebih waspada ketika melewati zona selamat.
"Harus lebih hati - hati, karena itu merupakan zona selamat penyeberang, apalagi itu di dekat kompleks sekolahan," tambahnya.
Ibu dan anak itu tewas pada kecelakaan yang terjadi di Jalan Walisongo km 9, Tugu Semarang, sekira pukul 09.00 WIB. Tubuh mereka luka parah setelah tertimpa truk nomor polisi L 8011 KA bermuatan air mineral kemasan botol seberat 5,5 ton. Truk itu terguling sesaat setelah mengindari korban saat menyeberang jalan.
Insiden itu terjadi di kawasan Zona Selamat Sekolah (ZSS), mengingat di seberang lokasi kejadian berdiri TK PGRI 115 tempat Wawa bersekolah. Satu kompleks dengan TK itu, berdiri pula SD N Tugurejo 1. Wajar jika di kawasan itu, sebagian jalanan dicat merah dan ditulisi Zona Selamat.
"Ibu dan anaknya itu lagi nyebrang, tiba-tiba ada truk dari arah timur ke barat oleng, menabrak tiang pengaman di kiri jalan sebelum akhirnya rubuh menimpa ibu dan anaknya itu. Anaknya masih pake baju sekolah," kata seorang saksi Susanto, di lokasi kejadian, Jumat (7/12/2012).
Susanto mengatakan, truk itu sempat membanting setir ke kiri, namun kedua korban tidak sempat menghindar saat truk itu akhirnya roboh. Mengetahui kejadian itu, warga sekitar spontan berlarian ke lokasi kejadian untuk memberi pertolongan.
"Warga berusaha mengangkat truk yang roboh, tapi berat, kemudian isinya dikeluarkan, terus dibantu juga diangkat menggunakan forklift, saat berhasil diangkat sudah meninggal," bebernya.
Sementara sopir truk Muhammad Nasichun (42), warga Pikatan, Desa Mudal, RT4/RW3, Temanggung, mengatakan, truknya sarat muatan dari Wonosobo dan akan dikirim ke Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang.
"Saya menghindari penyeberang, saat direm truknya malah roboh," ungkapnya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Faizal, mengatakan sopir truk itu akan ditetapkan menjadi tersangka.
"Sementara kami tahan untuk penyidikan, dia kurang waspada saat mengemudi, kondisinya fit, kendaraannya juga dalam kondisi baik, pengereman berfungsi," timpalnya.
Faizal juga mengatakan seharusnya pengemudi lebih waspada ketika melewati zona selamat.
"Harus lebih hati - hati, karena itu merupakan zona selamat penyeberang, apalagi itu di dekat kompleks sekolahan," tambahnya.
(rsa)