Aniaya istri, PNS dipolisikan
Jum'at, 30 November 2012 - 15:48 WIB
Aniaya istri, PNS dipolisikan
A
A
A
Sindonews.com - Sonny Anna S.PT, warga Kampung Pengasingan Nomor 12 RT 004/1 Kelurahan Pengasingan, Kecamatan Rawa Lumbu Bekasi Timur, terpaksa melaporkan suaminya Ali Zuim Muzhar ke Polda Metro Jaya, karena tindakan kekerasan yang dialami dirinya dan ketiga anaknya.
"Suami tega menganiaya saya dan ketiga anaknya, yang merupakan hasil pernikahan kami berdua. Jadi saya terpaksa melaporkannya ke Polda Metro Jaya,” ujar Sonny Anna S.PT, usai melaporkan KDRT ke SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Ia mengisahkan, suaminya yang merupakan PNS di sebuah instansi negara dan penemu Pupuk Organik Mikroba, telah menikah lagi dengan seorang wanita bernama Nur Kamelia.
"Suami saya mulai terlihat tidak memperhatikan keluarga, setelah menikah lagi tanpa seizin saya. Bahkan, istri keduanya dibawa ke rumah,” katanya.
Sonny mengungkapkan, hanya ingin bercerai dengan baik-baik dan memiliki hak asuh ketiga anaknya yaitu Jumariska (1), Defa (7), Muri (4). Sehingga mereka mendapat kehidupan yang layak.
"Sejak malam minggu kemarin, saya dan ketiga anak ini tinggal di teras rumah, karena rumah kami sudah digembok," keluhnya.
"Suami tega menganiaya saya dan ketiga anaknya, yang merupakan hasil pernikahan kami berdua. Jadi saya terpaksa melaporkannya ke Polda Metro Jaya,” ujar Sonny Anna S.PT, usai melaporkan KDRT ke SPK Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Ia mengisahkan, suaminya yang merupakan PNS di sebuah instansi negara dan penemu Pupuk Organik Mikroba, telah menikah lagi dengan seorang wanita bernama Nur Kamelia.
"Suami saya mulai terlihat tidak memperhatikan keluarga, setelah menikah lagi tanpa seizin saya. Bahkan, istri keduanya dibawa ke rumah,” katanya.
Sonny mengungkapkan, hanya ingin bercerai dengan baik-baik dan memiliki hak asuh ketiga anaknya yaitu Jumariska (1), Defa (7), Muri (4). Sehingga mereka mendapat kehidupan yang layak.
"Sejak malam minggu kemarin, saya dan ketiga anak ini tinggal di teras rumah, karena rumah kami sudah digembok," keluhnya.
(stb)