Wajo didesak buat Perda perlindungan sawah
Kamis, 29 November 2012 - 22:07 WIB
Wajo didesak buat Perda perlindungan sawah
A
A
A
Sindonews.com - Direktur perluasan lahan dan pengolahan lahan Kementrian Pertanian RI, Tunggul Iman Panudju, meminta Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan membuat Perda perlindungan sawah berkelanjutan untuk menjaga kelangsungan sawah.
"Saya minta seluruh wilayah sawah di Wajo baik berpengairan irigasi maupun non irigasi di perdakan sesegera mungkin untuk dilindungi," kata.
Direktur perluasan lahan dan pengolahan lahan Kementrian Pertanian RI, Tunggul Iman Panudju pada acara panen perdana percetakan sawah baru di Kelurahan pinceng Pute, kecamatan Tanasitolo, Kamis (29/11/2012).
Dia mengatakan, untuk percetakan sawah Wajo menelan anggaran tertinggi di Sulsel dengan alokasi percetakan sawah baru tahun 2012 seluas 2.000 hektare.
"Kalau hal ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat maka saya akan perjuangakan bukan cuma 2.000 hektare kedepan tetapi lebih dari itu," katanya.
Dirinya juga berharap APBD Kabupaten dapat dialokasikan ke sektor pertanian sebesar 15 persen.
"Sekali lagi saya tegaskan tolong jaga sawah semaksimal mungkin karena membuat sawah itu tidak mudah, ingat haramkan merubah sawah menjadi non sawah," katanya.
Dirinya mengaku untuk Wajo, kendala yang masih di alami adalah kurangnya SDM petani di Wajo. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya tanaman liar di sela-sela padi petani.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Provinsi Sulsel Hermanto mengatakan, provinsi Sulsel pada tahun 2012 telah menetapkan sasaran over stok beras 2,2 juta ton.
Salah satu strategi untuk mencapai sasaran produksi yang telah ditetapkan adalah perluasan sawah melalui percetakan sawah baru.
"Pada tahun 2012 percetakan sawah baru disulsel seluas 7.350 hektare yang tersebar di 10 kabupaten/kota, khusus Wajo seluas 2.000 hektare," katanya.
"Saya minta seluruh wilayah sawah di Wajo baik berpengairan irigasi maupun non irigasi di perdakan sesegera mungkin untuk dilindungi," kata.
Direktur perluasan lahan dan pengolahan lahan Kementrian Pertanian RI, Tunggul Iman Panudju pada acara panen perdana percetakan sawah baru di Kelurahan pinceng Pute, kecamatan Tanasitolo, Kamis (29/11/2012).
Dia mengatakan, untuk percetakan sawah Wajo menelan anggaran tertinggi di Sulsel dengan alokasi percetakan sawah baru tahun 2012 seluas 2.000 hektare.
"Kalau hal ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat maka saya akan perjuangakan bukan cuma 2.000 hektare kedepan tetapi lebih dari itu," katanya.
Dirinya juga berharap APBD Kabupaten dapat dialokasikan ke sektor pertanian sebesar 15 persen.
"Sekali lagi saya tegaskan tolong jaga sawah semaksimal mungkin karena membuat sawah itu tidak mudah, ingat haramkan merubah sawah menjadi non sawah," katanya.
Dirinya mengaku untuk Wajo, kendala yang masih di alami adalah kurangnya SDM petani di Wajo. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya tanaman liar di sela-sela padi petani.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Provinsi Sulsel Hermanto mengatakan, provinsi Sulsel pada tahun 2012 telah menetapkan sasaran over stok beras 2,2 juta ton.
Salah satu strategi untuk mencapai sasaran produksi yang telah ditetapkan adalah perluasan sawah melalui percetakan sawah baru.
"Pada tahun 2012 percetakan sawah baru disulsel seluas 7.350 hektare yang tersebar di 10 kabupaten/kota, khusus Wajo seluas 2.000 hektare," katanya.
(ysw)