Ibu tiri aniaya anaknya hingga tewas
Jum'at, 30 November 2012 - 00:02 WIB
Ibu tiri aniaya anaknya hingga tewas
A
A
A
Sindonews.com - Nurlena (26), tega menganiaya balita berusia empat tahun yang diketahui anak tirinya, hingga meninggal dunia, di kawasan Betung Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).
"Pelaku bernama Nurlena (26) dan korban bernama Aini Junistisia (4)," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin di Mapolres, Jakarta Selatan, Kamis, (29/11/2012).
Aswin mengisahkan, saat itu pelaku melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka parah dibagian kepala, serta di sekujur tubuhnya.
"Aini meninggal dunia di RS Fatmawati dan pelaku sudah diamankan di Polres Jakarta Selatan. Tapi akan dilimpahkan ke Polres Tangerang Kabupaten," Terangnya.
Kepalan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jakarta Selatan Iptu Anggraini Putri menjelaskan, Nurlena sering menganiaya Aini karena kesal kenakalan bocah tersebut. "Anaknya belum sekolah masih 4 tahun," singkatnya.
Dia menambahkan, suami yang bernama Nahmu Adi Saputra seorang usahawan warnet, kadang tidak ada di rumah sehingga tidak ada yang menegur pelaku saat menganiaya anak itu. Pasalnya, Nur menganiaya anaknya itu tatkala sang suami tidak ada di rumah.
"Jadi kalau ada suaminya tidak dianiaya, kalau enggak ada baru dianiaya. Nanti alasannya, kalau enggak jatuh atau berantem ama kakanya bernama IT (8)," terangnya.
"Pelaku bernama Nurlena (26) dan korban bernama Aini Junistisia (4)," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin di Mapolres, Jakarta Selatan, Kamis, (29/11/2012).
Aswin mengisahkan, saat itu pelaku melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka parah dibagian kepala, serta di sekujur tubuhnya.
"Aini meninggal dunia di RS Fatmawati dan pelaku sudah diamankan di Polres Jakarta Selatan. Tapi akan dilimpahkan ke Polres Tangerang Kabupaten," Terangnya.
Kepalan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jakarta Selatan Iptu Anggraini Putri menjelaskan, Nurlena sering menganiaya Aini karena kesal kenakalan bocah tersebut. "Anaknya belum sekolah masih 4 tahun," singkatnya.
Dia menambahkan, suami yang bernama Nahmu Adi Saputra seorang usahawan warnet, kadang tidak ada di rumah sehingga tidak ada yang menegur pelaku saat menganiaya anak itu. Pasalnya, Nur menganiaya anaknya itu tatkala sang suami tidak ada di rumah.
"Jadi kalau ada suaminya tidak dianiaya, kalau enggak ada baru dianiaya. Nanti alasannya, kalau enggak jatuh atau berantem ama kakanya bernama IT (8)," terangnya.
(mhd)