4 sungai langganan banjir di Jakarta
Senin, 26 November 2012 - 11:12 WIB
4 sungai langganan banjir di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Daerah resapan air yang dialih fungsi menjadi tempat hunian adalah masalah terbesar yang menyebabkan banjir di Jakarta. Sedikitnya ada sekira 60 titik hunian yang telah dialih fungsi dan rawan banjir saat hujan.
Dari 60 titik itu, empat diantaranya menjadi kawasan terparah, dan diperlukan penanganan segera. Diantaranya kawasan bantaran di sepanjang Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Angke.
"Kali yang hanya sebesar 20 meter menjadi terlalu kecil untuk tempat penampungan air. Sehingga saat debit air meninggi dan kali tidak dapat menampung, maka air akan meluap ke daratan," ujar Pakar Lingkungan Nirwono Yoga di MNC Tower, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Ditambahkan dia, di bantaran kali itu, banyak dibangun perumahan oleh warga pendatang. "Di situ banyak sekali perumahan. Itu enggak usah diomong, ujan dikit saja pasti banjir. Lebar kali hanya 20 meter, padahal dulu 100 meter," tambahnya.
Menurutnya, banjir menimbulkan banyak masalah, diantaranya kemacetan. Namun, ada upaya atau langkah yang dapat dilakukan masyarakat dengan menghindari jalan yang menjadi titik banjir dan mencari alternatif jalan lain.
"Banjir ini kan berdampak pada kemacetan. Nah buat para pekerja harus mengetahui titik mana yang sering banjir agar masyarakat menghindari kawasan tersebut dan mencari alternatif lain. Apalagi kan dengan adanya gadget," tandasnya.
Dari 60 titik itu, empat diantaranya menjadi kawasan terparah, dan diperlukan penanganan segera. Diantaranya kawasan bantaran di sepanjang Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Angke.
"Kali yang hanya sebesar 20 meter menjadi terlalu kecil untuk tempat penampungan air. Sehingga saat debit air meninggi dan kali tidak dapat menampung, maka air akan meluap ke daratan," ujar Pakar Lingkungan Nirwono Yoga di MNC Tower, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Ditambahkan dia, di bantaran kali itu, banyak dibangun perumahan oleh warga pendatang. "Di situ banyak sekali perumahan. Itu enggak usah diomong, ujan dikit saja pasti banjir. Lebar kali hanya 20 meter, padahal dulu 100 meter," tambahnya.
Menurutnya, banjir menimbulkan banyak masalah, diantaranya kemacetan. Namun, ada upaya atau langkah yang dapat dilakukan masyarakat dengan menghindari jalan yang menjadi titik banjir dan mencari alternatif jalan lain.
"Banjir ini kan berdampak pada kemacetan. Nah buat para pekerja harus mengetahui titik mana yang sering banjir agar masyarakat menghindari kawasan tersebut dan mencari alternatif lain. Apalagi kan dengan adanya gadget," tandasnya.
(san)