KTA fiktif, 5 parpol terancam tak lolos
Rabu, 21 November 2012 - 19:16 WIB
KTA fiktif, 5 parpol terancam tak lolos
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak lima partai politik (parpol) terancam tak lolos verifikasi yang dilakukan KPU Sidoarjo. Penyebabnya tak lain karena banyak Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diserahkan diduga fiktif.
Lima parpol yang terancam tidak lolos verifikasi adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan), PPRN (Partai Peduli Rakyat Nasional), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
"Gerindra merupakan salah satu dari lima partai yang belum memenuhi syarat dalam verifikasi keanggotaan,” ungkap Ketua KPU Sidoarjo, Bima Aries Diyanto di kantor KPU Sidoarjo, Rabu (21/11/2012).
Bima menambahkan, verifikasi keanggotaan parpol yang dilakukan pihaknya selama 10 hari dengan model sampling. Yaitu dengan mendatangi rumah masing-masing anggota sesuai nama dan alamat yang ada dalam berkas.
Hasilnya, Gerindra tercatat sebagai partai tertinggi yang keanggotaannya belum berhasil diverifikasi atau belum berhasil kami temui di lapangan. Sehingga KPU akan memanggil partai yang bersangkutan wajib mendatangkan anggotanya yang saat verifikasi keanggotaan tidak bisa ditemui.
Bima merinci, jumlah anggota yang harus dihadirkan di Kantor KPU Sidoarjo, untuk Partai Gerindra sebanyak 122 orang, PPP sebanyak 100 orang, PPRN sebanyak 78 orang, dan PBB sebanyak 42 orang.
“Saat datang ke KPUD mereka harus membawa KTP dan kartu anggota parpol yang ada fotonya," tandasnya.
KPU memberi kesempatan kepada lima partai tersebut untuk melakukan perbaikan pada 23-24 November 2012, besok. Jika anggota parpol tidak datang dan jumlahnya tidak memenuhi persyaratan sebanyak 1/1000 jumlah penduduk, tentu bisa dinyatakan tidak lolos.
Untuk itulah, Bima berharap agar parpol-parpol itu mau menghadirkan anggotanya sesuai nama dan alamat yang sudah disetorkan ke KPU.
"Suratnya akan kami kirim besok (Kamis 22 November 2012). Parpol yang tidak dapat surat berarti hasil verifikasinya aman," terangnya.
Ketua DPC Gerindra Sidoarjo HM Rifai SH saat dikonfirmasi mengakui adanya kekurangan persyaratan tersebut. Namun untuk urusan kekurangan persyaratan, dia menyerahkan sepenuhnya ke sekretarisnya.
"Saya belum tahu kurang berapa dari berkas keanggotaan yang kita serahkan. Tapi semuanya sudah diurus sekretaris saya," tandasnya.
Lima parpol yang terancam tidak lolos verifikasi adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan), PPRN (Partai Peduli Rakyat Nasional), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
"Gerindra merupakan salah satu dari lima partai yang belum memenuhi syarat dalam verifikasi keanggotaan,” ungkap Ketua KPU Sidoarjo, Bima Aries Diyanto di kantor KPU Sidoarjo, Rabu (21/11/2012).
Bima menambahkan, verifikasi keanggotaan parpol yang dilakukan pihaknya selama 10 hari dengan model sampling. Yaitu dengan mendatangi rumah masing-masing anggota sesuai nama dan alamat yang ada dalam berkas.
Hasilnya, Gerindra tercatat sebagai partai tertinggi yang keanggotaannya belum berhasil diverifikasi atau belum berhasil kami temui di lapangan. Sehingga KPU akan memanggil partai yang bersangkutan wajib mendatangkan anggotanya yang saat verifikasi keanggotaan tidak bisa ditemui.
Bima merinci, jumlah anggota yang harus dihadirkan di Kantor KPU Sidoarjo, untuk Partai Gerindra sebanyak 122 orang, PPP sebanyak 100 orang, PPRN sebanyak 78 orang, dan PBB sebanyak 42 orang.
“Saat datang ke KPUD mereka harus membawa KTP dan kartu anggota parpol yang ada fotonya," tandasnya.
KPU memberi kesempatan kepada lima partai tersebut untuk melakukan perbaikan pada 23-24 November 2012, besok. Jika anggota parpol tidak datang dan jumlahnya tidak memenuhi persyaratan sebanyak 1/1000 jumlah penduduk, tentu bisa dinyatakan tidak lolos.
Untuk itulah, Bima berharap agar parpol-parpol itu mau menghadirkan anggotanya sesuai nama dan alamat yang sudah disetorkan ke KPU.
"Suratnya akan kami kirim besok (Kamis 22 November 2012). Parpol yang tidak dapat surat berarti hasil verifikasinya aman," terangnya.
Ketua DPC Gerindra Sidoarjo HM Rifai SH saat dikonfirmasi mengakui adanya kekurangan persyaratan tersebut. Namun untuk urusan kekurangan persyaratan, dia menyerahkan sepenuhnya ke sekretarisnya.
"Saya belum tahu kurang berapa dari berkas keanggotaan yang kita serahkan. Tapi semuanya sudah diurus sekretaris saya," tandasnya.
(ysw)