Usai ambil USD 1 juta, Ruben disekap
Rabu, 14 November 2012 - 19:34 WIB
Usai ambil USD 1 juta, Ruben disekap
A
A
A
Sindonews.com – Usai mengambil uang USD 1 juta, Ruben Marey (43) warga Papua yang bekerja di Jakarta menjadi korban perampokan dan penyekapan. Uang yang akan ditransfernya itu amblas dibawa tiga pelaku.
Kepada wartawan, Ruben menceritakan, kejadian bermula sekira pukul 20.30 WIB, Selasa (14/11/2012) malam. Dirinya mengambil uang di salah satu bank di kawasan Jalan Jendral Sudirman sebesar USD 1 juta.
Setelah mengambil uang tersebut, korban ingin menyetorkan sebagian uangnya di salah satu bank nasional yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Saat itu korban hendak turun di lobi bank tersebut namun sopir taksi menurunkannya di pelataran parkir yang ada di basemen. Setelah turun dari taksi, tiba-tiba tiga orang mendekatinya dan menempelkan senjata api di lehernya.
Selanjutnya pelaku memaksa korban untuk masuk mobilnya sambil meminta secara paksa dua telepon genggam korban.
"Saat saya turun tiga orang mendekat, dan satu orang menggunakan senjata api memaksa saya untuk naik ke mobilnya. Tidak mau ambil resiko saya pun menuruti perintahnya,” ucap korban di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2012).
Kemudian pelaku membawa korban ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Di Apartemen ini korban disekap namun tidak sempat disiksa. Lalu, korban meminta pelaku untuk melepaskan dirinya.
“Setelah saya memohon untuk dilepaskan, pelaku menelpon seseorang, setelah menelpon, pelaku pun melepaskan saya dan mengancam agar jangan melapor ke polisi,” tutur Ruben.
Selanjutnya Pria yang bekerja di Jakarta ini pulang menggunakan taksi dan menghubungi beberapa rekannya. Atas saran rekannya, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Pusat.
Namun karena kejadiannya di tiga wilayah berbeda, maka kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
Kepada wartawan, Ruben menceritakan, kejadian bermula sekira pukul 20.30 WIB, Selasa (14/11/2012) malam. Dirinya mengambil uang di salah satu bank di kawasan Jalan Jendral Sudirman sebesar USD 1 juta.
Setelah mengambil uang tersebut, korban ingin menyetorkan sebagian uangnya di salah satu bank nasional yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Saat itu korban hendak turun di lobi bank tersebut namun sopir taksi menurunkannya di pelataran parkir yang ada di basemen. Setelah turun dari taksi, tiba-tiba tiga orang mendekatinya dan menempelkan senjata api di lehernya.
Selanjutnya pelaku memaksa korban untuk masuk mobilnya sambil meminta secara paksa dua telepon genggam korban.
"Saat saya turun tiga orang mendekat, dan satu orang menggunakan senjata api memaksa saya untuk naik ke mobilnya. Tidak mau ambil resiko saya pun menuruti perintahnya,” ucap korban di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2012).
Kemudian pelaku membawa korban ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Di Apartemen ini korban disekap namun tidak sempat disiksa. Lalu, korban meminta pelaku untuk melepaskan dirinya.
“Setelah saya memohon untuk dilepaskan, pelaku menelpon seseorang, setelah menelpon, pelaku pun melepaskan saya dan mengancam agar jangan melapor ke polisi,” tutur Ruben.
Selanjutnya Pria yang bekerja di Jakarta ini pulang menggunakan taksi dan menghubungi beberapa rekannya. Atas saran rekannya, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Pusat.
Namun karena kejadiannya di tiga wilayah berbeda, maka kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
(ysw)