RTM Lahat turun 8 persen
Rabu, 14 November 2012 - 16:11 WIB
RTM Lahat turun 8 persen
A
A
A
Sindonews.com – Hasil evaluasi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat didapat jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) mengalami penurunan sebanyak 31.048 jiwa atau 8,15 persen dari jumlah keseluruhan penduduk yang ada di Lahat.
Kepala BPS Lahat Sokerik memaparkan, data 2008 silam masyarakat yang masuk dalam kategori RTM sebanyak 31,048 jiwa dari 340.555 jiwa atau hanya 9,15 persen.
Sejak 2011 lalu, terjadi perubahan baik jumlah RTM maupun jumlah penduduk. Di tahun tersebut, jumlah RTM sedikit menurun, yakni sebanyak 30.709 jiwa dari 376.666 jiwa atau 8,15 persen.
“Jika kita melihat data statistik terjadi perubahan. Namun, perubahan ini sangat positif bagi pembangunan di Kabupaten Lahat, khususnya terjadinya pengurangan jumlah RTM,” kata Sokerik di kantornya di Lahat, Rabu (14/11/2012).
Saat disinggung mengenai kecamatan yang warganya tergolong miskin, dirinya mengakui kategori miskin ini setidaknya dilihat dari pola konsumsi masyarakat, pendapatan perkapita, serta usaha masyarakat itu sendiri.
“Bisa saja, tahun lalu dia termasuk miskin. Untuk tahun depan sudah mengalami peningkatan. Termasuk apakah dia masih berdomisili di lokasi itu. Jadi ada karakter wilayah masing-masing. Hanya saja, sepanjang 2010 lalu, kita mencatat, untuk Kabupaten Lahat, pendapatan perkapita masing masing penduduk menembus angka Rp1 juta,” jelasnya.
Pemkab Lahat sendiri, tidak tinggal diam. Untuk mengentaskan kemiskinan sejumlah program telah disiapkan. Salah satunya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang merupakan salah satu program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Kepala BPS Lahat Sokerik memaparkan, data 2008 silam masyarakat yang masuk dalam kategori RTM sebanyak 31,048 jiwa dari 340.555 jiwa atau hanya 9,15 persen.
Sejak 2011 lalu, terjadi perubahan baik jumlah RTM maupun jumlah penduduk. Di tahun tersebut, jumlah RTM sedikit menurun, yakni sebanyak 30.709 jiwa dari 376.666 jiwa atau 8,15 persen.
“Jika kita melihat data statistik terjadi perubahan. Namun, perubahan ini sangat positif bagi pembangunan di Kabupaten Lahat, khususnya terjadinya pengurangan jumlah RTM,” kata Sokerik di kantornya di Lahat, Rabu (14/11/2012).
Saat disinggung mengenai kecamatan yang warganya tergolong miskin, dirinya mengakui kategori miskin ini setidaknya dilihat dari pola konsumsi masyarakat, pendapatan perkapita, serta usaha masyarakat itu sendiri.
“Bisa saja, tahun lalu dia termasuk miskin. Untuk tahun depan sudah mengalami peningkatan. Termasuk apakah dia masih berdomisili di lokasi itu. Jadi ada karakter wilayah masing-masing. Hanya saja, sepanjang 2010 lalu, kita mencatat, untuk Kabupaten Lahat, pendapatan perkapita masing masing penduduk menembus angka Rp1 juta,” jelasnya.
Pemkab Lahat sendiri, tidak tinggal diam. Untuk mengentaskan kemiskinan sejumlah program telah disiapkan. Salah satunya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang merupakan salah satu program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
(ysw)