Lift macet, 15 orang terjebak
Rabu, 24 Oktober 2012 - 18:45 WIB
Lift macet, 15 orang terjebak
A
A
A
Sindonews.com - Lift di Kamar Operasi dan VK Bersalin Lantai II Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo macet. Akibatnya, sebanyak 15 orang yang berada di dalamnya panik karena tidak bisa keluar.
Saat kejadian, ada enam ibu calon akseptor, Petugas Lapang akan Keluarga Berencana (PLKB) dan Petugas Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), pasien serta perawat dari RSUD Sidoarjo. Mereka tidak bisa keluar sehingga harus menggedor-gedor pintu yang terbuat dari besi. 15 orang yang ada di dalamnya harus menunggu pertolongan dari luar selama 15 menit karena harus menunggu petugas bagian mekanik.
Beruntung dalam lift tadi tidak ada pasien yang tergolong gawat. Lift di lantai II yang terpaksa dijebol untuk menyelamatkan 15 orang itu. Tak lama kemudian petugas mekanik datang memperbaiki lift. Salah satu bagian rel lift dibawa petugas mekanik untuk karena kondisinya bengkok akibat dibuka paksa.
Antok, orang tua pasien yang terjebak di dalam lift menuturkan selama menunggu pintu terbuka, 14 wanita yang ada di dalamnya terlihat resah dan panik. Karena tanda pembuka pintu saat dipencet beberapa kali tidak bisa terbuka. Dia kemudian menggedor-gedor pintu lift dari dalam.
Suara gedoran itu terdengar petugas dan dilaporkan ke bagian mekanik. Karena dikhawatirkan terjadi hal tak diinginkan, keluarga pasien yang ada di luar nekat membuka paksa. Ketika pintu terbuka, 15 orang yang keluar dari lift masih terlihat takut dan wajahnya tegang.
"Kami yang berada di dalam takut mas. Kok bisa pintu lift tidak bisa dibuka," aku Antok.
Antok meminta pihak RSUD harus bertanggung jawab atas kemacetan lift dari lantai I ke lantai II. Sebab, pihak RSUD adalah pelayanan yang harus melayani baik itu pasien atau keluarga.
“Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi," ujarnya.
Diduga, lift yang macet di lantai II Kamar Operasi dan VK Bersalin itu akibat kelebihan muatan. Daya tampung lift sebanyak 15 orang tetapi bobotnya diduga melebihi dari daya angkut yang ada. Jika kelebihan bobot, namun alarm lift tidak berbunyi. Dari lantai I ke lantai II tetap naik dan tidak ada bunyi alarm sebagai peringatan kelebihan beban.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan RSUD Sidoarjo, Ulmahudin, mengatakan pihaknya rutin merawat lift itu tiap bulan. "Terakhir dikontrol tanggal 2 Oktober kemarin dan hasilnya baik semua," ujarnya.
Ulmahudin menambahkan, untuk perawatan lift pihaknya menunjuk pihak ketiga dan sewaktu-waktu bisa didatangkan jika ada masalah. Sedangkan kjadian yang menimpa 15 orang yang terjebak dalam lift, diduga akibat human error.
Bahkan Ulmahudin menduga jumlah beban yang ada melebihi kapasitas sehingga saat akan sampai di lantai II pintu lift tidak bisa dibuka. "Kami minta maaf atas kejadian ini. Padahal tiap bulan perawatan rutin kita lakukan," tandasnya.
Saat kejadian, ada enam ibu calon akseptor, Petugas Lapang akan Keluarga Berencana (PLKB) dan Petugas Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), pasien serta perawat dari RSUD Sidoarjo. Mereka tidak bisa keluar sehingga harus menggedor-gedor pintu yang terbuat dari besi. 15 orang yang ada di dalamnya harus menunggu pertolongan dari luar selama 15 menit karena harus menunggu petugas bagian mekanik.
Beruntung dalam lift tadi tidak ada pasien yang tergolong gawat. Lift di lantai II yang terpaksa dijebol untuk menyelamatkan 15 orang itu. Tak lama kemudian petugas mekanik datang memperbaiki lift. Salah satu bagian rel lift dibawa petugas mekanik untuk karena kondisinya bengkok akibat dibuka paksa.
Antok, orang tua pasien yang terjebak di dalam lift menuturkan selama menunggu pintu terbuka, 14 wanita yang ada di dalamnya terlihat resah dan panik. Karena tanda pembuka pintu saat dipencet beberapa kali tidak bisa terbuka. Dia kemudian menggedor-gedor pintu lift dari dalam.
Suara gedoran itu terdengar petugas dan dilaporkan ke bagian mekanik. Karena dikhawatirkan terjadi hal tak diinginkan, keluarga pasien yang ada di luar nekat membuka paksa. Ketika pintu terbuka, 15 orang yang keluar dari lift masih terlihat takut dan wajahnya tegang.
"Kami yang berada di dalam takut mas. Kok bisa pintu lift tidak bisa dibuka," aku Antok.
Antok meminta pihak RSUD harus bertanggung jawab atas kemacetan lift dari lantai I ke lantai II. Sebab, pihak RSUD adalah pelayanan yang harus melayani baik itu pasien atau keluarga.
“Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi," ujarnya.
Diduga, lift yang macet di lantai II Kamar Operasi dan VK Bersalin itu akibat kelebihan muatan. Daya tampung lift sebanyak 15 orang tetapi bobotnya diduga melebihi dari daya angkut yang ada. Jika kelebihan bobot, namun alarm lift tidak berbunyi. Dari lantai I ke lantai II tetap naik dan tidak ada bunyi alarm sebagai peringatan kelebihan beban.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan RSUD Sidoarjo, Ulmahudin, mengatakan pihaknya rutin merawat lift itu tiap bulan. "Terakhir dikontrol tanggal 2 Oktober kemarin dan hasilnya baik semua," ujarnya.
Ulmahudin menambahkan, untuk perawatan lift pihaknya menunjuk pihak ketiga dan sewaktu-waktu bisa didatangkan jika ada masalah. Sedangkan kjadian yang menimpa 15 orang yang terjebak dalam lift, diduga akibat human error.
Bahkan Ulmahudin menduga jumlah beban yang ada melebihi kapasitas sehingga saat akan sampai di lantai II pintu lift tidak bisa dibuka. "Kami minta maaf atas kejadian ini. Padahal tiap bulan perawatan rutin kita lakukan," tandasnya.
(azh)