Masih teler, polisi belum periksa Novi
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 13:03 WIB
Masih teler, polisi belum periksa Novi
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian hingga siang ini belum bisa meminta keterangan kepada Novi Amalia, pengemudi Honda Jazz yang menabrak tujuh orang di daerah Olimo, Jakarta Barat. Pasalnya, gadis 25 tahun dikenal sebagai model majalah pria itu belum sadarkan diri akibat pengaruh minuman keras dan narkoba.
“Saat ini si penabrak, sedang masa untuk mengembalikan fisik dan mental. Jadi setelah diadakan tes urine, kemudian juga sempat ditenangkan kembali dengan suntikan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Kondisi Novi terus dalam pantauan petugas, apakah sudah stabil untuk dilakukan pemeriksaan atau belum. Pemeriksaan baru bisa dilakukan apabila benar-benar sudah sadar.
Rikwanto juga mengatakan, pihaknya kesulitan untuk dapat menghubungi orangtua dari pelaku. Pasalnya, semua identitas yang ada di dompet, dan juga telepon miliknya sudah tidak dipegang lagi oleh pelaku.
“Pihak keluarga belum bisa dihubungi karena yang bersangkutan belum stabil. Belum lagi {hp} pelaku dibuang, dompet dibuang, karena halusinasinya saat dalam kondisi mabuk menyuruh dia untuk membuang semuanya,“ jelasnya.
Rikwanto menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengecekan dan juga pemulihan terhadap pelaku. Selain itu, petugas pun sudah memberikan pakaian yang dipinjam dari seorang anggota Polwan.
“Kondisi sedang dicek, baik fisik maupun psikis, kalau memungkinkan, dan diyakini sehat, baru kami periksa. Kami sudah pinjamkan pakaian dari anggota Polwan agar bisa berpakaian pantas. Efek narkoba pelaku pun sudah mulai berkurang. Fisik mental kan masih drop. Kita lihat dulu pokoknya,“ pungkasnya.
“Saat ini si penabrak, sedang masa untuk mengembalikan fisik dan mental. Jadi setelah diadakan tes urine, kemudian juga sempat ditenangkan kembali dengan suntikan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Kondisi Novi terus dalam pantauan petugas, apakah sudah stabil untuk dilakukan pemeriksaan atau belum. Pemeriksaan baru bisa dilakukan apabila benar-benar sudah sadar.
Rikwanto juga mengatakan, pihaknya kesulitan untuk dapat menghubungi orangtua dari pelaku. Pasalnya, semua identitas yang ada di dompet, dan juga telepon miliknya sudah tidak dipegang lagi oleh pelaku.
“Pihak keluarga belum bisa dihubungi karena yang bersangkutan belum stabil. Belum lagi {hp} pelaku dibuang, dompet dibuang, karena halusinasinya saat dalam kondisi mabuk menyuruh dia untuk membuang semuanya,“ jelasnya.
Rikwanto menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengecekan dan juga pemulihan terhadap pelaku. Selain itu, petugas pun sudah memberikan pakaian yang dipinjam dari seorang anggota Polwan.
“Kondisi sedang dicek, baik fisik maupun psikis, kalau memungkinkan, dan diyakini sehat, baru kami periksa. Kami sudah pinjamkan pakaian dari anggota Polwan agar bisa berpakaian pantas. Efek narkoba pelaku pun sudah mulai berkurang. Fisik mental kan masih drop. Kita lihat dulu pokoknya,“ pungkasnya.
(lns)