Besok, rekonstruksi pembacokan Alawy digelar
Kamis, 11 Oktober 2012 - 18:12 WIB
Besok, rekonstruksi pembacokan Alawy digelar
A
A
A
Sindonews.com - Rencananya, besok sore Polisi Ressort Jakarta Selatan (Polres Jaksel) akan menggelar rekonstruksi pembacokan terhadap siswa SMAN 6, Bulungan, Alawy Yusianto Putra (15) oleh FR hingga meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, rekonstruksi tersebut akan dilakukan di halaman Polres Jaksel.
“Rencananya Jumat sore akan diadakan rekonstruksi di Polres Jakarta Selatan," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Dipilihnya halaman Polres Jaksel untuk melakukan rekonstruksi karena lokasi tempat kejadian perkara (TKP) yang sangat ramai. Keramaian tersebut dianggap kurang kondusif jika rekonstruksi dipaksakan di sana.
"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga mengingat TKP merupakan daerah yang cukup sentral dalam aktivitas masyarakat maka rekon akan digelar di halaman Polres Jakarta Selatan," jelasnya.
Rekonstruksi sendiri rencananya akan digelar pada pukul 15.00 WIB usai jam sekolah selesai. Pasalnya, diketahui sebagian tersangka dan saksi masih ada yang harus bersekolah terlebih dahulu dan sedang menjalani ujian.
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, rekonstruksi tersebut akan dilakukan di halaman Polres Jaksel.
“Rencananya Jumat sore akan diadakan rekonstruksi di Polres Jakarta Selatan," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Dipilihnya halaman Polres Jaksel untuk melakukan rekonstruksi karena lokasi tempat kejadian perkara (TKP) yang sangat ramai. Keramaian tersebut dianggap kurang kondusif jika rekonstruksi dipaksakan di sana.
"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga mengingat TKP merupakan daerah yang cukup sentral dalam aktivitas masyarakat maka rekon akan digelar di halaman Polres Jakarta Selatan," jelasnya.
Rekonstruksi sendiri rencananya akan digelar pada pukul 15.00 WIB usai jam sekolah selesai. Pasalnya, diketahui sebagian tersangka dan saksi masih ada yang harus bersekolah terlebih dahulu dan sedang menjalani ujian.
(ysw)