Warga Bendul keluhkan air PDAM
Kamis, 11 Oktober 2012 - 15:36 WIB
Warga Bendul keluhkan air PDAM
A
A
A
Sindonews.com – Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada kembali dikeluhkan. Di saat direksi mengenjot pelanggan baru, layanan untuk servis bagi pelanggan masih buruk. Air yang harusnya lancar masuk di rumah-rumah pelanggan, kini mulai tersendat.
Suparno, warga RW 4 Kelurahan Bendul Merisi menuturkan, aliran air PDAM di wilayahnya selalu mampet sejak lama. Kalaupun hidup, alirannya kecil dan tak mampu naik ke bak mandi. Tetapi air PDAM lebih banyak matinya.
“Pukul 06.00 WIB sampai 12.00 selalu mati. Setelah itu mengalir pukul 12.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, itupun kecil. Setelah itu mati lagi dan baru mengalir malam hari pukul 23.00 WIB,” ungkap Suparno menjelaskan kepada wartawan, Kamis (11/10/2012).
Ia menjelaskan, macetnya air PDAM ini sudah dirasakan bertahun-tahun. Menurut dia, warga tiap hari selalu melekan untuk mengisi air. Sebab air PDAM baru mengalir normal malam hari.
“Padahal kawasan di sini dekat dengan IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) Ngagel, ini kan aneh, kami juga termasuk pelanggan PDAM,” tandasnya.
Sementara itu, Agus Sofyan, warga RT 4 mengeluhkan tentang ancaman banjir. Kawasan permukimannya menjadi langganan banjir. Sebab saluran air yang dibuat pemkot justru buntu alias tidak ada pembuangan air.
“Saluran airnya tidak ada jalurnya lagi, jadi di sini seperti genangan air,” jelas Agus.
Warga RW 4 pun menginginkan pemkot membantu agar tanah eigendom yang sudah ditempati warga bisa disertifikatkan. Menurut dia, keluhan itu sudah disampaikan sejak beberapa tahun silam. Bahkan masalah itu pernah dihearingkan di DPRD Surabaya sekitar 2005.
Bahkan, katanya, ada informasi bahwa Badan Pertanahan Negara (BPN) sudah siap mengeluarkan sertifikat. “Tapi saat hearing di DPRD itu dinyatakan tanah adalah milik negara,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Adies Kadir mengataka, pihaknya siap menghearingkan masalah-masalah itu di DPRD Surabaya. Namun soal PDAM, dengan tegas ia kecewa. “Ini Kota Surabaya. Mestinya kota sekelas Surabaya tidak ada lagi keluhan soal air yang hanya mengalir malam hari atau kalau mengalir hanya menetes,” katanya.
Suparno, warga RW 4 Kelurahan Bendul Merisi menuturkan, aliran air PDAM di wilayahnya selalu mampet sejak lama. Kalaupun hidup, alirannya kecil dan tak mampu naik ke bak mandi. Tetapi air PDAM lebih banyak matinya.
“Pukul 06.00 WIB sampai 12.00 selalu mati. Setelah itu mengalir pukul 12.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, itupun kecil. Setelah itu mati lagi dan baru mengalir malam hari pukul 23.00 WIB,” ungkap Suparno menjelaskan kepada wartawan, Kamis (11/10/2012).
Ia menjelaskan, macetnya air PDAM ini sudah dirasakan bertahun-tahun. Menurut dia, warga tiap hari selalu melekan untuk mengisi air. Sebab air PDAM baru mengalir normal malam hari.
“Padahal kawasan di sini dekat dengan IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) Ngagel, ini kan aneh, kami juga termasuk pelanggan PDAM,” tandasnya.
Sementara itu, Agus Sofyan, warga RT 4 mengeluhkan tentang ancaman banjir. Kawasan permukimannya menjadi langganan banjir. Sebab saluran air yang dibuat pemkot justru buntu alias tidak ada pembuangan air.
“Saluran airnya tidak ada jalurnya lagi, jadi di sini seperti genangan air,” jelas Agus.
Warga RW 4 pun menginginkan pemkot membantu agar tanah eigendom yang sudah ditempati warga bisa disertifikatkan. Menurut dia, keluhan itu sudah disampaikan sejak beberapa tahun silam. Bahkan masalah itu pernah dihearingkan di DPRD Surabaya sekitar 2005.
Bahkan, katanya, ada informasi bahwa Badan Pertanahan Negara (BPN) sudah siap mengeluarkan sertifikat. “Tapi saat hearing di DPRD itu dinyatakan tanah adalah milik negara,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Adies Kadir mengataka, pihaknya siap menghearingkan masalah-masalah itu di DPRD Surabaya. Namun soal PDAM, dengan tegas ia kecewa. “Ini Kota Surabaya. Mestinya kota sekelas Surabaya tidak ada lagi keluhan soal air yang hanya mengalir malam hari atau kalau mengalir hanya menetes,” katanya.
(azh)