Pemkab Lahat soroti vandalisme
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 17:25 WIB
Pemkab Lahat soroti vandalisme
A
A
A
Sindonews.com – Aksi corat coret (vandalisme) terus menjadi masalah di Kabupaten Lahat. Rekaan gambar hingga lukisan dengan media dinding lagi-lagi cukup banyak menghiasi sejumlah fasilitas umum di beberapa sudut kota Lahat.
Tak hanya itu, tak jarang fasilitas milik korps tertentu juga tak luput dari sasaran pelaku vandalisme ini.
Hal ini seperti yang terlihat di beberapa titik wilayah kawasan Sukaratu, di kawasan bawah Jembatan Lematang, dan juga di kawasan tembok lingkup perumahan yang ada di kawasan Jalan Sosial, Kelurahan Gunung Gajah.
Masing-masing kawasan ini sendiri, belakangan nampak berjejer sejumlah tulisan dan juga lukisan-lukisan yang tak jelas apa maknanya, bahkan sebagian ada yang berarti kepada hal-hal negatif, kasar dan tak sopan.
Salah satu warga Lembayung, Kiki (27) mengaku sedikit terganggu dengan tulisan tulisan yang diapresiasikan lewat coretan tersebut. Meski tidak secara fisik, lihat dan dipandang seksama, tentu saja sangat mengganggu, dan menimbulkan kesan lusuh, kotor dan tak rapi.
“Isi dan tulisan coretan tersebut banyak yang jorok dan cacian,“ ungkap Kiki saat ditemui usai melintas di kawasan Sukaratu, Jumat (5/10/2012).
Tak hanya fasilitas umum, sebelumnya sejumlah patung pahlawan yang memiliki nilai sejarah pejuang kemerdekaan di kabupaten Lahat itu, juga tercoreng oleh aksi coret-coretan, menggunakan cat semprot oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.
Alhasil, nilai-nilai juang yang seharusnya bisa diserap oleh masyarakat Lahat tercoreng lantaran tulisan-tulisan tersebut.
Pengamat Sosial Lahat, Rusdi Hartono Somad menilai perbuatan ini tak bisa disalahkan dan ditimpakan ke satu pihak saja. Akan tetapi, jika memang sudah terjadi seperti ini di lapangan, hendaknya bisa segera dibersihkan atau dirapikan, sehingga kawasan yang dipenuhi coretan tersebut bisa kembali bersih.
“Sangat disayangkan jika Piala Adipura yang sudah kita raih bisa saja terlepas akibat aksi ini,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kota (Dispengsarsihkot) Lahat, Irpan Ilyas pun tak membantah adanya kegiatan corat coret tersebut.
Menurutnya, pengawasan rutin di masing-masing lokasi rawan akan coretan adalah hal mustahil, apalagi kebanyakan pelakunya melaksanakan kegiatannya di waktu malam hari.
“Pengawasan rutin memang seringkali kita lakukan, sebelumnya juga ada wilayah-wilayah yang sudah kita sisir dan kembali bersihkan. Di lapangan, petugas seringkali ‘kucing-kucingan’ dengan pelakunya,” ujarnya.
Tak hanya itu, tak jarang fasilitas milik korps tertentu juga tak luput dari sasaran pelaku vandalisme ini.
Hal ini seperti yang terlihat di beberapa titik wilayah kawasan Sukaratu, di kawasan bawah Jembatan Lematang, dan juga di kawasan tembok lingkup perumahan yang ada di kawasan Jalan Sosial, Kelurahan Gunung Gajah.
Masing-masing kawasan ini sendiri, belakangan nampak berjejer sejumlah tulisan dan juga lukisan-lukisan yang tak jelas apa maknanya, bahkan sebagian ada yang berarti kepada hal-hal negatif, kasar dan tak sopan.
Salah satu warga Lembayung, Kiki (27) mengaku sedikit terganggu dengan tulisan tulisan yang diapresiasikan lewat coretan tersebut. Meski tidak secara fisik, lihat dan dipandang seksama, tentu saja sangat mengganggu, dan menimbulkan kesan lusuh, kotor dan tak rapi.
“Isi dan tulisan coretan tersebut banyak yang jorok dan cacian,“ ungkap Kiki saat ditemui usai melintas di kawasan Sukaratu, Jumat (5/10/2012).
Tak hanya fasilitas umum, sebelumnya sejumlah patung pahlawan yang memiliki nilai sejarah pejuang kemerdekaan di kabupaten Lahat itu, juga tercoreng oleh aksi coret-coretan, menggunakan cat semprot oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.
Alhasil, nilai-nilai juang yang seharusnya bisa diserap oleh masyarakat Lahat tercoreng lantaran tulisan-tulisan tersebut.
Pengamat Sosial Lahat, Rusdi Hartono Somad menilai perbuatan ini tak bisa disalahkan dan ditimpakan ke satu pihak saja. Akan tetapi, jika memang sudah terjadi seperti ini di lapangan, hendaknya bisa segera dibersihkan atau dirapikan, sehingga kawasan yang dipenuhi coretan tersebut bisa kembali bersih.
“Sangat disayangkan jika Piala Adipura yang sudah kita raih bisa saja terlepas akibat aksi ini,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kota (Dispengsarsihkot) Lahat, Irpan Ilyas pun tak membantah adanya kegiatan corat coret tersebut.
Menurutnya, pengawasan rutin di masing-masing lokasi rawan akan coretan adalah hal mustahil, apalagi kebanyakan pelakunya melaksanakan kegiatannya di waktu malam hari.
“Pengawasan rutin memang seringkali kita lakukan, sebelumnya juga ada wilayah-wilayah yang sudah kita sisir dan kembali bersihkan. Di lapangan, petugas seringkali ‘kucing-kucingan’ dengan pelakunya,” ujarnya.
(azh)