Penjahat sadis dihadiahi timah panas
Kamis, 04 Oktober 2012 - 16:16 WIB
Penjahat sadis dihadiahi timah panas
A
A
A
Sindonews.com - Aksi komplotan pembegal motor sadis berhasil dihentikan jajaran Polres Sidoarjo. Mereka terkenal dengan kekejamannya dalam beraksi, karena tak segan memukuli kepala korban dengan kunci inggris dan linggis hingga tewas.
Keempat penjahat sadis yang berhasil ditangkap, Atim Wahtudi (28) warga Kelurahan Lemah Putro RT 09 RW 01, Kecamatan Sidoarjo, Hendrik Suliwiyono alias Sugik (32) warga Lemah Putro RT 09 RW 03 Kecamatan Sidoarjo, Sutrisno alias Kentir (35) warga Desa Kepel Kecamatan Sawahan, Nganjuk, dan Hari Kriswanto alias Heri (38) pemulung asal Dusun Wates RT 07 RW 02 Desa Magersari, Kecamatan Sidoarjo.
Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita sebanyak dua unit sepeda motor. Bukan hanya itu, dari tangan tersangka juga disita beberapa bilah celurit, kunci inggris, dan linggis.
"Kita masih mengembangkan kasus ini, karena masih ada jaringan komplotan Atim Cs," ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya, Kamis (4/10/2012).
Komplotan Atim Cs sebenarnya sudah menjadi target operasi Satuan Reskrim Polres Sidoarjo. Atim tergolong licin dan tidak mudah untuk ditangkap, sebab setelah menjalankan aksinya dia menghilang dari Sidoarjo.
Polisi awalnya berhasil menangkap Atim di Stasiun Lawang, Kabupaten Malang. Setelah menangkap Atim, polisi kemudian berhasil menangkap tiga tersangka lainnya yang merupakan satu komplotan.
Andi Sinjaya menambahkan, dalam menjalankan aksinya mereka selalu berempat dan mempunyai peran masing-masing. Atim berperan memukul korban dari atas sepeda yang dibonceng oleh Hendrik yang juga diamankan di Stasiun Lawang Malang.
Sedangkan Sutrisno yang tertangkap di Stasiun Nganjuk dan Hari bertugas mengintai korban dan pengawasan lokasi. Sutrisno juga ikut memukul korban, saat motornya akan dibawa kabur dan korban masih melawan.
"Mereka tergolong pelaku sadis. Selain memukul korban, mereka tega menyabetkan senjata tajam kepada korban hingga meninggal dunia," tandas Andi Sinjaya.
Karena keempat pelaku tergolong residivis dan membahayakan, polisi terpaksa menghadiahi kaki mereka dengan timah panas.
Menurut pengakuan Atim kepada polisi, mereka sudah melakukan pencurian dengan kekerasan di 13 lokasi. Di antaranya, di kawasan Perumahan Pondok Jati, Sidoarjo yang terjadi beberapa waktu lalu. Pelaku mengikuti korban dan memukul dari belakang saat berada di jalan sepi.
Keempat penjahat sadis yang berhasil ditangkap, Atim Wahtudi (28) warga Kelurahan Lemah Putro RT 09 RW 01, Kecamatan Sidoarjo, Hendrik Suliwiyono alias Sugik (32) warga Lemah Putro RT 09 RW 03 Kecamatan Sidoarjo, Sutrisno alias Kentir (35) warga Desa Kepel Kecamatan Sawahan, Nganjuk, dan Hari Kriswanto alias Heri (38) pemulung asal Dusun Wates RT 07 RW 02 Desa Magersari, Kecamatan Sidoarjo.
Dari tangan tersangka polisi berhasil menyita sebanyak dua unit sepeda motor. Bukan hanya itu, dari tangan tersangka juga disita beberapa bilah celurit, kunci inggris, dan linggis.
"Kita masih mengembangkan kasus ini, karena masih ada jaringan komplotan Atim Cs," ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya, Kamis (4/10/2012).
Komplotan Atim Cs sebenarnya sudah menjadi target operasi Satuan Reskrim Polres Sidoarjo. Atim tergolong licin dan tidak mudah untuk ditangkap, sebab setelah menjalankan aksinya dia menghilang dari Sidoarjo.
Polisi awalnya berhasil menangkap Atim di Stasiun Lawang, Kabupaten Malang. Setelah menangkap Atim, polisi kemudian berhasil menangkap tiga tersangka lainnya yang merupakan satu komplotan.
Andi Sinjaya menambahkan, dalam menjalankan aksinya mereka selalu berempat dan mempunyai peran masing-masing. Atim berperan memukul korban dari atas sepeda yang dibonceng oleh Hendrik yang juga diamankan di Stasiun Lawang Malang.
Sedangkan Sutrisno yang tertangkap di Stasiun Nganjuk dan Hari bertugas mengintai korban dan pengawasan lokasi. Sutrisno juga ikut memukul korban, saat motornya akan dibawa kabur dan korban masih melawan.
"Mereka tergolong pelaku sadis. Selain memukul korban, mereka tega menyabetkan senjata tajam kepada korban hingga meninggal dunia," tandas Andi Sinjaya.
Karena keempat pelaku tergolong residivis dan membahayakan, polisi terpaksa menghadiahi kaki mereka dengan timah panas.
Menurut pengakuan Atim kepada polisi, mereka sudah melakukan pencurian dengan kekerasan di 13 lokasi. Di antaranya, di kawasan Perumahan Pondok Jati, Sidoarjo yang terjadi beberapa waktu lalu. Pelaku mengikuti korban dan memukul dari belakang saat berada di jalan sepi.
(ysw)