Warga tolak rencana bendungan Paselloreng

Rabu, 03 Oktober 2012 - 16:13 WIB
Warga tolak rencana...
Warga tolak rencana bendungan Paselloreng
A A A
Sindonews.com - Pembangunan bendungan di Desa Paselloreng, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan nampaknya akan terhambat. Pasalnya warga menolak rencana pembangunan bendungan tersebut.

Hal ini terungkap ketika Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Sungai Walennae-Cenranae melakukan kunjungan. Tampak sejumlah spanduk penolakan terpampang di sejumlah titik.

"Ketika kami datang, banyak spanduk penolakan rencana pembangunan Bendungan Paselloreng," kata Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Sungai Walennae-Cenranae, Sudirman, Rabu (3/10/2012).

Mengenai kedatangan Tim TKPSDA yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Pekerjaan Umum, untuk menginventarisir isu-isu yang berkembang di wilayah Sungai Walennae-Cenranae.

"Kami tidak tahu kalau ada aksi penolakan oleh warga. Kami dengar dari masyarakat di sana adalah permasalahan lahan," katanya.

Setelah mengetahui persoalan tersebut, tim TKPSDA mengaku melakukan pembahasan dan merumuskan masalah tersebut untuk disampaikan ke Kementerian PU.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Wajo Rahman Rahim mengatakan, pada prinsipnya semua masyarakat setuju dengan rencana pembangunan Bendungan Paselloreng, yang menjadi masalah adalah masyarakat tidak pernah dilibatkan untuk duduk bersama membicarakan hal tersebut.

"Warga cuma tidak ingin dirugikan pada pebebasan lahan. Jadi solusinya adalah kita duduk bersama dengan masyarakat untuk mengetahui keinginan mereka," katanya.

Sementara itu Kabag Pemerintahan Kabupaten Wajo A Pallawarukka mengatakan yang terjadi saat ini di Desa Paselloreng adalah miss komunikasi. Karena hingga saat ini belum pernah dibicarakan masalah harga pembebasan lahan.

"Berdasarkan Undang-undang nomor 2 tahun 2012 proses pembebasan lahan harus diawali dengan keputusan penetapan lokasi dari gubernur, nah ini yang belum ada," katanya.

Disinggung mengenai estimasi anggaran untuk pembebasan lahan di Desa Paselloreng dengan luas 2572,25 hektare tersebut, A Pallawarukka mengatakan, biaya pembebasan lahan Paselloreng sekira Rp2,6 miliar.

"Itu baru perkiraan saja, karena selama ini memang belum ada kesepakatan harga," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
5 jam yang lalu
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
5 jam yang lalu
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
6 jam yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
6 jam yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
8 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved