2.067 balita terserang diare
Selasa, 02 Oktober 2012 - 22:04 WIB
2.067 balita terserang diare
A
A
A
Sindonews.com - Penderita diare umur lima tahun kebawah ( Balita ) di Kabupaten Wajo tahun 2012 tergolong tinggi. Hingga September 2012, jumlah penderita diare balita mencapai 2.067 orang, sementara untuk penderita di atas lima tahun mencapai 3.334 orang.
Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wajo, untuk tahun 2012, penderita diare di Kabupaten Wajo terus meningkat. Enam penderita di antaranya meninggal
dunia. Rinciannya dua orang anak dibawah dua tahun, tiga orang di bawah lima tahun dan satu orang di atas lima tahun.
Dalam kurun waktu tiga tahun terkahir penderita diare di Wajo memang cukup tinggi, tahun 2010 lalu penderita diare mencapai 8.815 penderita, tahun 2011 mencapai 11.593 penderita dan tahun 2012 hingga bulan September mencapai 5.401 penderita.
"Peran serta orang tua sangat di perlukan untuk mencegah diare pada anak-anak," kata Kepala Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( Kabid Bina P2PL ) Dinkes Kabupaten Wajo Awaluddin Sibe menjelaskan, Selasa (2/10/2012).
Dia mengatakan, untuk pencegahan penyakit tersebut masyarakat dihimbau untuk memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, apalagi saat ini sudah di Kabupaten Wajo sudah kemarau.
Dalam mengantisipasi diare pihaknya gencar melakukan penyuluhan ke masyarakat terkait kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang hajat di sembarang tempat, dan cuci tangan sebelum makan.
"Penyakit ini tergolong penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, makanya masyarakat diharap untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan diri sendiri terutama air yang di komsumsinya," katanya.
Dia juga mengungkapkan, berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh WHO dengan mencuci tangan dengan sabun secara rutin sebelum mengkomsumsi makanan atau memegang sesuatu yang kotor maka bisa menekan angka kejadian diare sebesar 49 persen.
"Jadi cuci tangan itu harus dibudayakan, kemudian kebersihan makanan dan lingkungan turut di jaga," katanya.
Dia juga menghimbau masyarakat yang terkena diare untuk tidak menganggap sepele penyakit tersebut karena bisa berakibat fatal sampai pada kematian. "Untuk itu kalau sudah ada gejala diare langkah pertama yang harus dilakukan adalah perbanyak minum air putih dan segera ke puskesmas terdekat atau menghubungi para medis," katanhya.
Anggota Forum Kabupaten Sehat ( FKS ) Kabupaten Wajo A Fajar Asmari mengatakan untuk pencegahan penyakit diare yang tergolong tinggi di Wajo maka pihak dikes maupun puskesmas harus intens melakukan penyuluhan ke masyarakat.
"Penyakit ini jangan di anggap sepele, untuk itu penyuluhan sangat di perlukan, terutama orangtua harus mengawasi kebersihan anak-anaknya begitu juga dengan asupan makanan karena ini adalah penyakit yang disebabkan oleh lingkungan," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wajo, untuk tahun 2012, penderita diare di Kabupaten Wajo terus meningkat. Enam penderita di antaranya meninggal
dunia. Rinciannya dua orang anak dibawah dua tahun, tiga orang di bawah lima tahun dan satu orang di atas lima tahun.
Dalam kurun waktu tiga tahun terkahir penderita diare di Wajo memang cukup tinggi, tahun 2010 lalu penderita diare mencapai 8.815 penderita, tahun 2011 mencapai 11.593 penderita dan tahun 2012 hingga bulan September mencapai 5.401 penderita.
"Peran serta orang tua sangat di perlukan untuk mencegah diare pada anak-anak," kata Kepala Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan ( Kabid Bina P2PL ) Dinkes Kabupaten Wajo Awaluddin Sibe menjelaskan, Selasa (2/10/2012).
Dia mengatakan, untuk pencegahan penyakit tersebut masyarakat dihimbau untuk memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, apalagi saat ini sudah di Kabupaten Wajo sudah kemarau.
Dalam mengantisipasi diare pihaknya gencar melakukan penyuluhan ke masyarakat terkait kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang hajat di sembarang tempat, dan cuci tangan sebelum makan.
"Penyakit ini tergolong penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, makanya masyarakat diharap untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan diri sendiri terutama air yang di komsumsinya," katanya.
Dia juga mengungkapkan, berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh WHO dengan mencuci tangan dengan sabun secara rutin sebelum mengkomsumsi makanan atau memegang sesuatu yang kotor maka bisa menekan angka kejadian diare sebesar 49 persen.
"Jadi cuci tangan itu harus dibudayakan, kemudian kebersihan makanan dan lingkungan turut di jaga," katanya.
Dia juga menghimbau masyarakat yang terkena diare untuk tidak menganggap sepele penyakit tersebut karena bisa berakibat fatal sampai pada kematian. "Untuk itu kalau sudah ada gejala diare langkah pertama yang harus dilakukan adalah perbanyak minum air putih dan segera ke puskesmas terdekat atau menghubungi para medis," katanhya.
Anggota Forum Kabupaten Sehat ( FKS ) Kabupaten Wajo A Fajar Asmari mengatakan untuk pencegahan penyakit diare yang tergolong tinggi di Wajo maka pihak dikes maupun puskesmas harus intens melakukan penyuluhan ke masyarakat.
"Penyakit ini jangan di anggap sepele, untuk itu penyuluhan sangat di perlukan, terutama orangtua harus mengawasi kebersihan anak-anaknya begitu juga dengan asupan makanan karena ini adalah penyakit yang disebabkan oleh lingkungan," katanya.
(azh)