Warga miskin di Blitar meningkat 70 ribu jiwa

Selasa, 02 Oktober 2012 - 01:01 WIB
Warga miskin di Blitar...
Warga miskin di Blitar meningkat 70 ribu jiwa
A A A
Sindonews.com - Warga miskin di Kabupaten Blitar tampaknya kian bertambah. Ini dapat terlihat dari jumlah penerima program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pada tahun 2013 diprediksi bertambah 70 ribu jiwa.

Tahun 2012 jumlah penerima Jamkesmas hanya 244.669 jiwa, sedangkan mulai tahun 2013 diprediksi menjadi 314 924 jiwa. Pertambahan angka warga miskin penerima program kesehatan gratis tersebut setelah Dinas Kesehatan setempat bertemu dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Tentunya ini angka yang cukup besar. Artinya mereka semua itu adalah warga miskin," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Ahmad Tamim kepada wartawan, Senin 1 Oktober 2012.

Untuk penerima program Jaminan Kesehatan Daerah yang pembiayaanya berasal dari APBD jumlahnya mencapai 38.257 jiwa. Sementara warga miskin yang menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) dan sudah dimasukkan dalam daftar Jamkesda sebanyak 1.700 jiwa.

Tidak ada penjelasan rinci darimana angka pertambahan berasal. Apakah dari data yang sebelumnya tidak tercover program Jamkesmas, atau memang karena munculnya orang miskin baru.

“Informasi yang kita terima hanya terjadi pertambahan pada tahun 2013 nanti,“ terang Gus Tamim demikian biasa disapa.

Secara tekhnis, program Jamkesmas akan memenuhi kebutuhan 80 persen warga miskin yang terdaftar. Sedangkan sisanya, dialokasikan dari anggaran Jamkesda.

Dalam proses ini Gus Tamim berharap tidak ada duplikasi atau penganggaran ganda. Artinya jangan sampai seorang warga miskin dibiayai oleh program Jamkesmas dan Jamkesda. “Ini harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai terjadi tumpang tindih anggaran,“ pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani mengatakan, program Jamkesmas bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Warga bisa menikmati layanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada.

“Dan untuk semua itu kita sudah melalui prosedur yang telah ditetapkan. Termasuk menyeleksi syarat peserta,“ ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Pendiri BSB Temukan...
Pendiri BSB Temukan Inovasi Teknologi Pirolisis, Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
20 menit yang lalu
Video Viral di Lubuk...
Video Viral di Lubuk Pakam Jadi Pengingat, Begini Prosedur Aktivasi Rekening PIP
24 menit yang lalu
Pengelolaan Konflik...
Pengelolaan Konflik Kepentingan, Kemenhut Dorong Budaya Cinta Integritas
1 jam yang lalu
DBH Dipotong Pemerintah...
DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
2 jam yang lalu
Generasi Emas Intitute...
Generasi Emas Intitute Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
3 jam yang lalu
Haul Akbar Syekh Yusuf...
Haul Akbar Syekh Yusuf Al-Makassari, Ketum Peradi Profesional Komitmen Wakaf Rumah Tahfiz
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved