SMAN 6 & SMAN 70 dinilai tak layak sandang RSBI
Sabtu, 29 September 2012 - 05:19 WIB
SMAN 6 & SMAN 70 dinilai tak layak sandang RSBI
A
A
A
Sindonews.com - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk mempunyai keberanian menurunkan taraf sekolah SMAN 70 dan juga SMAN 6 yang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanal (RSBI) kembali ketaraf reguler saja.
Anggota Komisi X Dedy Gumelar mengatakan, penurunan taraf sekolah tersebut perlu dilakukan, dikarenakan kedua sekolah tersebut telah gagal dalam menjalankan kegiatan akademik dan juga pembentukan moral siswa secara sempurna. Hal tersebut tentunya akan bertentangan dengan gelar RSBI yang mereka miliki.
"Itu layak diturunkan ke sekolah reguler biasa. Pendidikan itu bukan hanya soal kecerdasan akademik, sok taraf internasional, tapi akhlaknya tidak beres. Kalau menteri punya keberanian menurunkan grade, saya akan berikan apresiasi," ujar Dedy saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Sabtu (29/9/2012).
Ditambahkan Dedy, penurunan taraf sekolah tersebut juga dimaksudkan sebagai efek jera bagi para siswa yang memanfaatkan peran orangtua mereka untuk kemudian membuat ulah di sekolah tersebut. Nantinya, jika taraf sekolah tersebut diturunkan, kemungkinan tidak akan membuat siswa merasa menjadi sombong dan berbuat semau mereka.
"Itu memang sudah harus diturunkan saja, biar tidak jadi mainan anak-anak pejabat dan biarkan tidak jadi sekolah favorit," tegasnya.
Dedy menambahkan, untuk sekolah yang berada pada tahap reguler, namun ternyata juga gagal untuk mendidik muridnya, seharusnya pemerintah mempunyai keberanian untuk menindak tegas pimpinan tertinggi sekolah tersebut. "Buat sekolah yang tidak mampu mengelola anaknya, copot saja kepala sekolahnya sekalian," tandasnya.
Anggota Komisi X Dedy Gumelar mengatakan, penurunan taraf sekolah tersebut perlu dilakukan, dikarenakan kedua sekolah tersebut telah gagal dalam menjalankan kegiatan akademik dan juga pembentukan moral siswa secara sempurna. Hal tersebut tentunya akan bertentangan dengan gelar RSBI yang mereka miliki.
"Itu layak diturunkan ke sekolah reguler biasa. Pendidikan itu bukan hanya soal kecerdasan akademik, sok taraf internasional, tapi akhlaknya tidak beres. Kalau menteri punya keberanian menurunkan grade, saya akan berikan apresiasi," ujar Dedy saat berbincang dengan Sindonews, di Jakarta, Sabtu (29/9/2012).
Ditambahkan Dedy, penurunan taraf sekolah tersebut juga dimaksudkan sebagai efek jera bagi para siswa yang memanfaatkan peran orangtua mereka untuk kemudian membuat ulah di sekolah tersebut. Nantinya, jika taraf sekolah tersebut diturunkan, kemungkinan tidak akan membuat siswa merasa menjadi sombong dan berbuat semau mereka.
"Itu memang sudah harus diturunkan saja, biar tidak jadi mainan anak-anak pejabat dan biarkan tidak jadi sekolah favorit," tegasnya.
Dedy menambahkan, untuk sekolah yang berada pada tahap reguler, namun ternyata juga gagal untuk mendidik muridnya, seharusnya pemerintah mempunyai keberanian untuk menindak tegas pimpinan tertinggi sekolah tersebut. "Buat sekolah yang tidak mampu mengelola anaknya, copot saja kepala sekolahnya sekalian," tandasnya.
(san)