Komisi III pertanyakan kesiapan polisi
Kamis, 27 September 2012 - 16:53 WIB
Komisi III pertanyakan kesiapan polisi
A
A
A
Sindonews.com - Komisi III DPR mempertanyakan kesiapan polisi dalam menangani aksi tawuran yang kerap terjadi antarsiswa sekolah di Jakarta. Pasalnya, Polisi telah memiliki program untuk membantu sekolah menjaga keamanan di sekitar lingkungan sekolah.
Anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mengatakan, polisi seharusnya bisa mengantisipasi aksi tawuran antarsiswa sekolah, karena kejadian ini bukanlah yang pertama kali.
"Memang program ini sudah ada di kepolisian, bagaimana polisi bisa membantu sekolah untuk menjaga keamanan sekolah, dan juga mengantisipasi. Ini bukan barang baru, jadi mungkin polisi saat itu tidak bisa mengantisipasinya," katanya di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, akan meminta keterangan dari pihak kepolisian untuk mengetahui kendala dalam mengantisipasi aksi tawuran para pelajar itu. "Komisi III sebagai mitra kepolisian tentu ingin mem-back up penuh, dan bertanggung jawab atas tawuran yang terjadi," ujarnya.
Menurutnya, Komisi III DPR telah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Polri untuk hadir dalam rapat kerja yang membahas persoalan tawuran. Karena, aksi tawuran sudah sering kali mengakibatkan korban jiwa.
"Kalau sudah mengakibatkan kematian seorang pelajar, menurut kami ini serius. Kami datang ke Polres Jakarta Selatan ingin mendapatkan keterangan bagaimana sikap kepolisian dalam mengantisipasi dan mencegah tawuran," tandasnya.
Anggota Fraksi PKS Nasir Djamil mengatakan, polisi seharusnya bisa mengantisipasi aksi tawuran antarsiswa sekolah, karena kejadian ini bukanlah yang pertama kali.
"Memang program ini sudah ada di kepolisian, bagaimana polisi bisa membantu sekolah untuk menjaga keamanan sekolah, dan juga mengantisipasi. Ini bukan barang baru, jadi mungkin polisi saat itu tidak bisa mengantisipasinya," katanya di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2012).
Dia mengungkapkan, akan meminta keterangan dari pihak kepolisian untuk mengetahui kendala dalam mengantisipasi aksi tawuran para pelajar itu. "Komisi III sebagai mitra kepolisian tentu ingin mem-back up penuh, dan bertanggung jawab atas tawuran yang terjadi," ujarnya.
Menurutnya, Komisi III DPR telah meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Polri untuk hadir dalam rapat kerja yang membahas persoalan tawuran. Karena, aksi tawuran sudah sering kali mengakibatkan korban jiwa.
"Kalau sudah mengakibatkan kematian seorang pelajar, menurut kami ini serius. Kami datang ke Polres Jakarta Selatan ingin mendapatkan keterangan bagaimana sikap kepolisian dalam mengantisipasi dan mencegah tawuran," tandasnya.
(lil)