Puluhan hektare sawah di Lahat kering

Senin, 24 September 2012 - 16:59 WIB
Puluhan hektare sawah...
Puluhan hektare sawah di Lahat kering
A A A
Sindonews.com – Euforia peringatan Hari Tani 2012 ternyata tidak terlalu dirasakan para petani di Kabupaten Lahat, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebaliknya, musim kemarau panjang yang melanda membuat puluhan hektare sawah milik petani kekeringan. Bahkan tidak adanya unsur air di sawah tersebut membuat kontur tanah menjadi retak.

Fitri (38) salah satu petani di Kecamatan Kota Lahat terpaksa berhenti mengolah sawah miliknya lantaran tidak ada air. Alhasil, sawah miliknya seluas 1,5 hektare terbengkalai begitu saja. Akibatnya, dirinya mengalami kerugian akibat Tanah petakan sawah mulai pecah-pecah, hingga menimbulkan lubang yang dalam.

“Sawah ini memang tadah hujan. Jika mengandalkan saluran irigasi sangat sulit lantaran sungai sangat jauh. Makanya, kondisi kemarau ini membuat petak petak sawa menjadi sulit digarap karena tanahanya kering,” ungkap Fitri saat ditemui di sawahnya, Senin (24/9/2012).

Biasanya, jika musim tanam padi usai, dirinya bisa memanfaatkan lahannya untuk tanaman jagung dan palawija. Dengan begitu, dirinya masih tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarganya meski masa tanam padi usai. “Tentu saja jika musim hujan turun,” tegasnya.

Kekeringan yang melanda sawahnya ini sudah terjadi lebih dari lima bulan lalu. Dirinya memprediksi baru bisa menanam padi kembali pada Desember mendatang. “Kita berharap, dibulan itu musim penghujan sudah tiba,” katanya.

Petani lainnya, Suparman (48) mengaku mengalami puso (gagal panen) akibat kondisi tanah yang memprihatinkan tersebut. Tanaman padi jenis Surya miliknya seharusnya sudah bisa dipanen pada Oktober mendatang.

“Tapi nyatanya, sudah lima bulan belakangan hujan tidak turun,” ujarnya seraya mengaku dalam setiap panen mampu menghasilkan tujuh ton gabah kering.

Ia berharap adanya upaya perbaikan dari pihak terkait sehingga rutin petani kembali normal. Ia berharap adanya upaya perbaikan dari pihak terkait sehingga rutin petani kembali normal. Kekeringan ini juga membuatnya terpaksa banting stir menjadi buruh bangunan serta pekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya

Kepala Perum Bulog Sub Devisi Regional Lahat, Meizarani pun menilai kemarau panjang yang terjadi dipastikan berdampak berkurangnya stok beras di pasaran. Menurutnya, keberlangsungah hidup tanaman padi sangat bergantung pada air hujan. Jika hujan tak kunjung tiba, sudah dipastikan tanaman padi warga terancam gagal.

“Kondisi ini berimbas pada kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi beras itu sendiri. Selain itu, harga beras juga akan merangkak naik,” jelasnya.

Menurutnya, jika memang kelangkaan beras tersebut terjadi, pihaknya siap untuk mendistribusikan beras di Bulog kepada masyarakat. Tak hanya itu, pihaknya juga siap menggelar operasi pasar jika terjadi kenaikkan harga beras akibat langkanya ketersediaan beras di pasaran. Namun, pendistribusian tersebut baru bisa dilakukan jika ada permintaan dari pemkab Lahat.

“Intinya stok beras untuk warga Lahat aman. Jika pemkab meminta, kita siap mendistribusikannya termasuk melakukan operasi pasar, jika terjadi kenaikkan harga. Untuk saat ini, belum kita terima adanya permintaan. Tentukita berharap tak terjadi kelangkaan tersebut,” pungkasnya.
(azh)
Berita Terkait
Jurnalis PersMa UINAM...
Jurnalis PersMa UINAM Diamankan Polisi saat Liputan Hari Tani Nasional
Wamentan Harvick Hasnul...
Wamentan Harvick Hasnul Qolbi Janji Mundur Jika Kementan Tidak Dapat Menyejahterakan Petani
Aksi Hari Tani Nasional...
Aksi Hari Tani Nasional 2023
Peringatan Hari Tani...
Peringatan Hari Tani Nasional di Sumsel
Aksi Hari Tani Nasional...
Aksi Hari Tani Nasional di DPR: Petani Desak Penyelesaian Konflik Agraria
Serukan Reforma Agraria...
Serukan Reforma Agraria yang Adil, Ratusan Petani dan Buruh Bawa Traktor di Patung Kuda
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
42 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
1 jam yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved